Demi Tranparansi Royalti Lagu dan Film Giring Ganesha Ingin Semua Pihak Duduk Bareng
Isu mengenai royalti untuk lagu dan film kembali menjadi perbincangan hangat di dunia hiburan Indonesia. Apa pendapat dari Giring Ganesha?
Isu mengenai royalti untuk lagu dan film kembali menjadi sorotan di industri hiburan Indonesia. Menanggapi hal ini, Giring Ganesha, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan di Kabinet Merah Putih 2024-2029, menyampaikan pendapatnya.
Mantan vokalis grup musik Nidji tersebut menekankan pentingnya adanya transparansi serta kerjasama antara semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kita juga ada isu masalah hak cipta dan lagu ya, terbagi ada pencipta lagu, terus penyanyi lagu, VISI, AKSI, FESMI," kata Giring saat dijumpai di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan rencana untuk mengadakan pertemuan setelah Lebaran telah dipersiapkan untuk menyatukan semua pihak yang terlibat. Pertemuan ini bertujuan agar para pelaku industri dapat saling memahami dan mencari solusi terbaik demi kemajuan bersama.
"Nanti habis Lebaran kita mau bikin halal bihalal kita kumpulkan semuanya, yuk kita duduk bareng sebagai bangsa yang hebat," ungkap Giring.
Minta Pengertian Berbagai Pihak
Sebagai seorang seniman, Giring menginginkan agar semua pihak yang terlibat dalam permasalahan royalti dapat saling mengerti satu sama lain. Ia percaya persatuan dan kerukunan merupakan faktor penting dalam memperbaiki sistem yang sedang berjalan.
“Saya juga seniman, penginnya semua saudara-saudara saya akur, guyub. Kalau kita guyub bisa berjuang bareng-bareng untuk membuat semuanya jadi lebih baik,” tuturnya.
Kondisi Masih Panas
Giring menyadari situasi saat ini telah menjadi tegang akibat perbedaan pandangan yang muncul di kalangan pelaku industri. Meskipun begitu, ia tetap optimis bahwa masalah ini dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan inklusif.
Ia menekankan pentingnya persatuan.
"Ya mengingat lagi kita ini adalah satu bangsa yang hebat, bangsa yang besar. Mudah-mudahan bisa saling memaafkan dan saling mendengarkan," ujarnya.
Kejar Transparansi LMKN
Giring menekankan pentingnya meningkatkan transparansi di Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), yang ia anggap sebagai kunci utama dalam menyelesaikan permasalahan royalti.
"Kalau menurut saya pribadi yang harus kita perbaiki nomor satu adalah transparansi dari LMKN. LMKN harus lebih transparan. Kalau LMKN transparan pasti ini semua tidak akan pernah terjadi," tegasnya.
Ia berharap dalam acara halal bihalal mendatang, semua pihak, termasuk media, dapat hadir untuk mendengarkan masukan dari berbagai kalangan, mulai dari pencipta lagu hingga penyanyi. Dengan cara ini, diharapkan solusi yang komprehensif dapat dirumuskan demi kemajuan industri hiburan di Indonesia.
"Paling penting bisa duduk bareng dulu. Nanti mudah-mudahan semuanya akan kita undang, datang semuanya, teman-teman media juga supaya bisa saling dengar masukan-masukan dari pencipta lagu, penyanyinya," pungkas Giring.