Wamenbud Giring Ganesha Dukung Pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat, Simbol Sejarah Penting Indonesia

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, yang akan menjadi simbol sejarah penting lahirnya Bahasa Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamenbud Giring Ganesha Dukung Pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat, Simbol Sejarah Penting Indonesia
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mendukung penuh pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, sebagai penanda sejarah lahirnya Bahasa Indonesia yang krusial. (AntaraNews)

Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan Monumen Bahasa Nasional. Monumen ini akan berlokasi di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dukungan ini disampaikan saat menghadiri ajang Kepri International Art & Culture pada Selasa malam, 26 November.

Pembangunan monumen tersebut diharapkan dapat merealisasikan simbol betapa besarnya pengaruh sejarah Bumi Melayu terhadap Indonesia. Pulau Penyengat diyakini sebagai tempat asal-muasal lahirnya Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional. Proyek ini dijadwalkan mulai dibangun pada tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam merealisasikan proyek penting ini. Inisiatif tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai penanda sejarah kebahasaan bangsa. Kehadiran monumen ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi mendatang.

Dukungan Penuh Wamenbud untuk Monumen Bahasa Nasional

Giring Ganesha, Wamenbud RI, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. Ia menekankan bahwa Kementerian Kebudayaan siap berkolaborasi dengan Pemprov Kepri untuk mewujudkan pembangunan ini. Monumen tersebut akan menjadi penanda sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Menurut Giring, Pulau Penyengat adalah tempat asal-muasal lahirnya Bahasa Indonesia yang kini digunakan sebagai bahasa nasional. "Monumen itu semakin mempertegas posisi Pulau Penyengat sebagai tempat lahirnya Bahasa Indonesia," ujarnya. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Kepri International Art & Culture.

Pembangunan Monumen Bahasa Nasional ini juga disejalankan dengan upaya mempromosikan budaya Melayu. Giring berharap agenda budaya seperti Kepri International Art & Culture dapat digelar rutin setiap tahun. Hal ini penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu ke panggung internasional.

Detail Pembangunan dan Makna Sejarah Monumen Bahasa Nasional

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa Monumen Bahasa Nasional akan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus pengingat sejarah penting lahirnya Bahasa Indonesia dari Bahasa Melayu. Inspirasi ini berasal dari pemikiran Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat.

Monumen ini direncanakan akan dibangun di kawasan Bukit Kursi Penyengat. Desainnya mencakup tinggi mencapai 60 meter, dilengkapi dengan tangga lift, serta sebuah museum. Fasilitas ini diharapkan dapat menarik pengunjung dan memberikan edukasi mengenai sejarah bahasa.

Gubernur Ansar Ahmad secara langsung meminta dukungan dari Wamenbud Giring Ganesha untuk membantu pembangunan monumen ini. Proyek ambisius ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp110 miliar. Dukungan pusat sangat diharapkan untuk kelancaran realisasi pembangunan.

Pembangunan Monumen Bahasa Nasional dijadwalkan dimulai pada tahun 2026. Target penyelesaian proyek ini adalah akhir tahun 2027. Ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan pusat untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah.

Promosi Budaya Melayu dan Dampak Ekonomi Kreatif

Selain dukungan monumen, Giring Ganesha juga menyoroti pentingnya promosi budaya Melayu. Ia mengapresiasi penyelenggaraan Kepri International Art & Culture oleh Dinas Pariwisata Pemprov Kepri. Acara semacam ini dinilai berdampak positif bagi industri ekonomi kreatif dan pelaku pariwisata lokal.

Mantan vokalis band Nidji ini mendorong generasi muda di Kepri untuk aktif mempromosikan budaya daerah melalui media sosial. Upaya ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke provinsi perbatasan tersebut. Promosi digital menjadi kunci untuk menjangkau audiens global.

Giring menekankan pentingnya keramahan dalam menyambut wisatawan. "Berikan senyuman terbaik bagi wisatawan, karena mereka datang bawa uang untuk mengangkat ekonomi dan kesejahteraan warga Kepri," ucap Giring. Pesan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata.

Peningkatan jumlah wisatawan diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian lokal. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif sangat diperlukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi