Update Pembangunan Proyek Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Capai 72 Persen
Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan direncanakan dengan tujuh simpang susun.
Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Tol Japek II Selatan) yang memiliki total panjang 62 km telah mencapai kemajuan konstruksi rata-rata sebesar 72,040 persen, dengan lahan yang telah dibebaskan mencapai 81,53 persen.
"Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan nantinya akan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) di Jatiasih, Bekasi, dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta," ungkap Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra, Jumat (24/10).
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada informasi mengenai kapan proses konstruksi Tol Japek II Selatan ini akan selesai.
Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan terdiri dari tiga paket pekerjaan utama dan dibagi menjadi enam seksi.
Dengan total panjang 62 km, proyek ini menjadi salah satu prioritas nasional yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Jalan Tol Japek II Selatan direncanakan memiliki tujuh simpang susun (SS), yaitu SS Jatiasih, SS Bantargebang, SS Setu, SS Sukaragam, SS Bojongmangu, SS Kutanegara, dan SS Sadang.
Berikut adalah rincian terbaru mengenai progres paket pekerjaan proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan:
- Paket 1 (Seksi 1 dan 2 Jatiasih-Bantargebang-Setu, 7,25 km)
- Progres pembebasan lahan: 9,84 persen
- Progres konstruksi: 0,00 persen
- Paket 2A (Seksi 3 Setu-Sukaragam, 10,50 km)
- Progres pembebasan lahan: 86,09 persen
- Progres konstruksi: 70,770 persen
- Paket 2B (Seksi 4 Sukaragam-Bojongmangu, 13 km)
- Progres pembebasan lahan: 97,86 persen
- Progres konstruksi: 68,485 persen
- Paket 3 (Seksi 5 dan 6 Bojongmangu-Kutanegara-Sadang, 31,25 km)
- Progres pembebasan lahan: 98,03 persen
- Progres konstruksi: 90,659 persen
Jasa Marga Serap Anggaran Modal Proyek Jalan tol Rp 4,95 triliun
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sebelumnya melaporkan bahwa realisasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) pada semester I tahun 2025 telah sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun ini, investasi pembangunan jalan tol perusahaan telah mencapai Rp 4,95 triliun.
"Sampai saat ini untuk Capex 2025 masih berjalan sesuai rencana. Sampai dengan semester 1, serapan Capex Investasi Pembangunan Jalan Tol ini sebesar Rp 4,95 triliun," kata Rivan dalam konferensi pers Pubex Live 2025 yang diadakan pada Jumat (12/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa realisasi Capex hingga akhir tahun akan sangat dipengaruhi oleh kemajuan konstruksi dari setiap ruas jalan tol yang ada.
Rivan juga menyebutkan beberapa proyek yang sedang berjalan, antara lain Jakarta–Cikampek II Selatan, Jogja–Bawen, Solo–Yogyakarta, Yogyakarta International Airport Kulon Progo, Probolinggo–Banyuwangi, serta Akses Patimban.
Selain itu, Rivan menambahkan bahwa kemajuan dalam pembebasan lahan untuk setiap proyek juga berpengaruh terhadap serapan Capex, karena hal tersebut terkait dengan alokasi anggaran yang diberikan oleh pemerintah.
Jasa Marga memproyeksikan total Capex hingga akhir tahun 2025 akan berada dalam kisaran Rp 10 triliun hingga Rp 12 triliun.
Kinerja Semester I 2025
Rivan mengungkapkan bahwa kinerja Perseroan pada Semester I 2025 didorong oleh peningkatan Pendapatan Usaha dan EBITDA, serta penurunan biaya keuangan secara konsolidasi sebesar 20,4 persen (YoY).
Penurunan ini merupakan dampak positif dari aksi korporasi Equity Financing yang dilakukan oleh Perseroan di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pada Kuartal IV 2024.
"Hal ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menerapkan strategi pengendalian beban usaha serta fokus pada optimalisasi efisiensi dan efektivitas operasional, yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan Perseroan," ujar Rivan.
Saat ini, Perseroan masih memusatkan perhatian pada lima proyek jalan tol yang sedang berlangsung. Proyek-proyek tersebut meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.
Pada 6 Agustus 2025, Jasa Marga berhasil mengoperasikan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Klaten-Prambanan dengan panjang 7,85 km.