Trivia: Bandara Singkawang Beroperasi Maret 2025, Pemda Singkawang-Bengkayang Perkuat Sinergi Operasional
Pemerintah Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang perkuat sinergi dukung operasional Bandara Singkawang yang mulai beroperasi reguler Maret 2025. Bagaimana dampak kolaborasi ini?
Pemerintah Kota Singkawang dan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, telah mencapai kesepakatan penting. Mereka akan memperkuat sinergi lintas daerah demi mendukung keberlanjutan operasional Bandara Singkawang. Bandara ini dijadwalkan mulai beroperasi secara reguler pada Maret 2025.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa dukungan dari Pemkab Bengkayang sangat krusial. Dukungan ini mencakup aspek kelembagaan serta partisipasi aktif dari masyarakat. Tujuannya agar Bandara Singkawang dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh wilayah sekitar.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat di kedua daerah. Lebih dari itu, sinergi ini juga bertujuan untuk membuka peluang investasi baru. Pada akhirnya, kerja sama ini akan menggerakkan roda perekonomian di Bumi Sebalo, julukan Kabupaten Bengkayang.
Dukungan Lintas Daerah untuk Konektivitas Optimal
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan bahwa keberadaan Bandara Singkawang tidak hanya melayani Kota Singkawang. Bandara ini juga dirancang untuk melayani Kabupaten Bengkayang dan daerah-daerah lain di sekitarnya. “Bandara ini hadir bukan hanya untuk Singkawang, tetapi juga untuk Bengkayang dan kabupaten lain di sekitarnya,” ujarnya saat kunjungan di Bengkayang, Sabtu.
Dengan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bengkayang, Tjhai Chui Mie meyakini bahwa bandara ini akan sangat strategis. Kehadiran fasilitas ini dapat mempercepat mobilitas, membuka peluang investasi, serta secara signifikan menggerakkan roda ekonomi lokal. Sinergi ini menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
Tjhai Chui Mie juga mengapresiasi sikap terbuka yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Ia menekankan bahwa dukungan lintas daerah merupakan faktor penentu. Hal ini penting agar Bandara Singkawang dapat berfungsi optimal sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi dan konektivitas wilayah di Kalimantan Barat.
Perluasan Kerja Sama dan Potensi Ekonomi Regional
Kerja sama antara kedua daerah tidak hanya terbatas pada sektor transportasi udara saja. Tjhai Chui Mie menjelaskan bahwa kolaborasi ini dapat diperluas ke berbagai bidang lain yang saling menguntungkan. Sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangan, pertanian, hingga pembangunan infrastruktur daerah dapat menjadi fokus bersama.
“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada operasional bandara saja, melainkan berkembang dalam bentuk kerja sama lain demi kemajuan bersama,” kata Tjhai Chui Mie. Perluasan kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat. Ini akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Ia menambahkan, “Ke depan, kerja sama bisa diperluas ke sektor pariwisata, perkebunan, pertanian, maupun perdagangan.” Melalui pendekatan ini, Bandara Singkawang tidak hanya akan berfungsi sebagai infrastruktur transportasi. Namun, bandara juga akan menjadi pintu masuk utama bagi investasi dan pendorong pertumbuhan ekonomi regional yang signifikan.
Komitmen Bengkayang dan Prospek Positif Bandara
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyatakan dukungan penuh terhadap pengoperasian Bandara Singkawang. Ia menilai bahwa keberadaan bandara ini akan memberikan dampak besar bagi masyarakat Bengkayang. Terutama bagi sekitar 80 ribu jiwa penduduk di enam kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Singkawang.
“Pemkab Bengkayang sangat mendukung keberadaan Bandara Singkawang,” tegas Darwis. Ia menambahkan bahwa selain membuka akses transportasi udara baru, bandara ini juga akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Pihaknya siap menindaklanjuti dukungan ini melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Darwis juga mengungkapkan bahwa tren penggunaan jasa penerbangan dari Bandara Singkawang oleh masyarakat Bengkayang menunjukkan prospek yang sangat positif. Potensi ini diyakini akan memperkuat keberlanjutan operasional bandara di masa depan. “Kolaborasi ini bukan hanya menguntungkan Singkawang, tetapi juga Bengkayang,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi erat antara Singkawang dan Bengkayang, Darwis berharap realisasi Bandara Singkawang dapat dipercepat. Bandara ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur vital yang menopang pembangunan daerah. Selain itu, bandara ini juga akan meningkatkan daya saing kawasan di Kalimantan Barat.
Sumber: AntaraNews