Transisi Energi Sektor Aviasi, Pertamina Dorong Ekosistem SAF
Yosep menyampaikan bahwah dalam waktu dekat, Pertamina Patra Niaga akan menyalurkan SAF kepada maskapai penerbangan komersial berjadwal.
PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen mewujudkan transisi energi di sektor aviasi, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar berkelanjutan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah atau used cooking oil (UCO).
VP Aviation Fuel Business Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi mengatakan komitmen perusahaan tersebut disampaikan pula dalam pertemuan lanjutan dengan perusahaan Airbus pada ajang Indo Defence 2025 di Jakarta, Kamis (12/6).
Dalam pertemuan tersebut, Yosep menyampaikan perkembangan terkini dari kerja sama Pertamina dan Airbus yang sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) saat penyelenggaraan Bali International Airshow 2024.
"Sebagai tindak lanjut dari MoU dengan Airbus, kami telah melakukan proses sertifikasi terhadap bisnis dan operasional kami sesuai standar ISCC Corsia. Ini merupakan bagian dari upaya kami dalam membangun ekosistem UCO-SAF yang andal dan berkelanjutan di Indonesia," ungkapnya dikutip di Jakarta, Sabtu (14/6).
Yosep menyampaikan bahwah dalam waktu dekat, Pertamina Patra Niaga akan menyalurkan SAF kepada maskapai penerbangan komersial berjadwal. SAF yang diproduksi berasal dari kilang Pertamina Group dengan bahan baku berupa minyak jelantah, yang menjadikannya solusi nyata dalam menurunkan emisi karbon sektor penerbangan.
Untuk memastikan kesiapan distribusi dan aspek keselamatan penerbangan, Pertamina Patra Niaga juga telah menjalani proses joint inspection group (JIG), yang merupakan standar global dalam penanganan bahan bakar penerbangan.
Inspeksi tersebut menjadi validasi bahwa fasilitas dan proses pengelolaan SAF milik Pertamina telah memenuhi standar mutu dan keselamatan internasional.
Apresiasi Airbus
Airbus, melalui Chief Representative Indonesia, Dani Adriananta memberikan apresiasi terhadap langkah progresif Pertamina Patra Niaga.
"Kami mengapresiasi inisiatif Pertamina Patra Niaga dalam mengembangkan SAF berbasis minyak jelantah. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk mendorong dekarbonisasi sektor aviasi secara berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global," sebutnya.
Pengembangan SAF juga menjadi bagian dari Peta Jalan SAF Nasional, yang mana Indonesia menargetkan bauran bahan bakar berkelanjutan pada penerbangan domestik secara bertahap mulai 2025 hingga 2030.
Terkait hal tersebut, Pertamina Patra Niaga berperan penting dalam fase komersialisasi awal, dengan memastikan kesiapan kilang, pasokan bahan baku domestik, dan kepatuhan terhadap standar global.
Melalui inisiatif itu, Pertamina Patra Niaga juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam transisi energi nasional dan internasional, serta mendukung pencapaian target net zero emission di sektor transportasi udara.
"Kolaborasi dengan pelaku industri global seperti Airbus memperkuat upaya Pertamina dalam menghadirkan solusi energi bersih berbasis sumber daya lokal," jelas Yosep.