Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 1 Ditarget Rampung September 2025
Tol Probowangi bertujuan untuk meningkatkan konektivitas. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik di tingkat nasional.
PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Paket 1. Proyek strategis ini ditargetkan selesai pada September 2025.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana menyatakan bahwa pembangunan Tol Probowangi bertujuan untuk meningkatkan konektivitas. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik di tingkat nasional.
"Proyek ini merupakan bagian strategis dari upaya kami untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Timur, mendukung ketahanan infrastruktur transportasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan. Sehingga tidak hanya berdampak pada efisiensi logistik, tetapi juga membawa manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar," ungkap Dian dalam keterangannya, Rabu (23/7).
Pembangunan yang dimulai sejak Februari 2023 ini memiliki panjang total 12,881 M + 2,850 KM dan ditargetkan selesai pada September 2025. Proyek ini memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengelola risiko dengan lebih baik. Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya melibatkan lebih dari 100 pekerja lokal.
Selain itu, perusahaan juga melakukan renovasi sarana ibadah untuk masyarakat sekitar dan mempromosikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. "Peran kami tidak hanya sebatas membangun infrastruktur, tetapi juga turut membangun kehidupan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan di sekitar proyek," ucap Dian.
Pembangunan Tol Probowangi untuk Paket 3 Sedang Dilaksanakan
Dalam laporan terbaru, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menginformasikan bahwa proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Paket 3 telah mencapai kemajuan sebesar 74,9 persen. Proyek ini direncanakan selesai pada tahun 2025.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menyatakan bahwa pembangunan Tol Probowangi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung Asta Cita Pemerintah.
"Pembangunan infrastruktur ini mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat konektivitas antar wilayah, dan mendukung perekonomian nasional. WIKA yakin dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memfasilitasi transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, yang dikutip pada Jumat (14/3).
Waktu Perjalanan Berkurang Hingga 50 Persen
Jalan Tol Probowangi dibangun untuk meningkatkan konektivitas antara Probolinggo dan Banyuwangi yang sebelumnya hanya terhubung melalui jalur arteri. Dengan adanya tol ini, perusahaan berharap dapat mengurangi kepadatan di jalur arteri, menekan biaya logistik, serta memperkuat daya saing ekonomi di wilayah Probolinggo, Banyuwangi, dan sekitarnya.
Menurut WIKA, melalui Jalan Tol Probowangi, waktu perjalanan diperkirakan dapat berkurang sekitar 30 persen - 50 persen, yang akan membantu efisiensi konsumsi bahan bakar. Selain itu, secara keseluruhan, tol ini juga diprediksi mampu menurunkan biaya logistik antara 10-20 persen.