Tips Atur Keuangan Selama Ramadan, Jangan Dihabiskan untuk Takjil !
Salah satu kebiasaan yang paling sering dijumpai adalah berburu takjil yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa.
Bulan Ramadan bukan hanya waktu untuk beribadah, tetapi juga saat yang tepat untuk memperhatikan keuangan pribadi. Salah satu kebiasaan yang paling sering dijumpai adalah berburu takjil yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Mulai dari kolak pisang, sop buah, hingga aneka gorengan, takjil memang menjadi pilihan favorit banyak orang.
Namun, tanpa disadari, kebiasaan membeli takjil ini bisa membuat dompet terasa lebih tipis. Apalagi jika membeli lebih dari satu jenis takjil setiap hari. Misalnya, jika pengeluaran untuk membeli takjil mencapai Rp20.000 per hari, dalam sebulan Anda bisa menghabiskan hingga Rp600.000 hanya untuk hidangan berbuka puasa.
Agar keuangan tetap terjaga dengan baik selama Ramadan, berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba:
Masak Menu Sahur dan Berbuka di Rumah
Memasak sendiri sahur dan takjil di rumah ternyata lebih hemat daripada membeli di luar.
Menurut laman Bareksa (Selasa, 11/3), memasak di rumah memberi Anda lebih banyak kontrol terhadap anggaran.
Anda bisa menyiapkan berbagai menu yang bervariasi setiap hari, sehingga tidak akan bosan. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan keluarga.
Buat Perencanaan Keuangan Berdasarkan Kebutuhan
Langkah selanjutnya adalah mengatur keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan, bukan keinginan. Buatlah anggaran bulanan, termasuk pengeluaran untuk sahur, berbuka, dan kebutuhan harian lainnya.
Jika Anda tinggal di rumah kontrakan, jangan lupa juga untuk menyisihkan uang untuk biaya tempat tinggal. Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa lebih mudah mengatur pengeluaran.
Manfaatkan Diskon Belanja Online Ramadan
Selama bulan Ramadan, banyak toko dan e-commerce yang menawarkan diskon dan promo khusus. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah. Tapi ingat, pastikan Anda hanya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan yang hanya diinginkan.
Alokasikan Uang Makan Siang untuk Investasi
Saat berpuasa, Anda hanya makan dua kali sehari, yakni sahur dan berbuka. Maka, anggaran untuk makan siang yang biasanya sekitar Rp50.000 per hari, bisa Anda alokasikan untuk investasi. Dalam sebulan, Anda bisa mengumpulkan sekitar Rp1,5 juta. Uang ini bisa Anda masukkan ke dalam produk investasi seperti reksadana atau instrumen lainnya sesuai tujuan keuangan Anda.
Alokasikan THR untuk Investasi Sejak Awal
Tak hanya uang makan siang, Anda juga bisa langsung menyisihkan sebagian dari Tunjangan Hari Raya (THR) untuk investasi. Begitu menerima THR, segera alokasikan sebagian dana untuk investasi, misalnya membeli reksadana. Dengan cara ini, Anda bisa memastikan bahwa THR tidak hanya habis begitu saja, tetapi dapat memberi manfaat jangka panjang.