Terungkap! Mengapa Harga Makanan UKM MotoGP Mandalika 2025 Lebih Mahal? Pemprov NTB Hadirkan 60 UKM
Pemprov NTB siapkan 60 UKM untuk MotoGP Mandalika 2025, mayoritas kuliner. Terungkap alasan di balik potensi kenaikan harga makanan di event internasional ini. Simak selengkapnya!
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) akan menghadirkan 60 usaha kecil menengah (UKM) dalam ajang balapan MotoGP Mandalika 2025. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pengalaman menarik dan hiburan beragam bagi para penonton yang hadir. Event bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada 3-5 Oktober 2025.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, menjelaskan bahwa mayoritas UKM yang terlibat, yakni 80 persen, akan bergerak di sektor kuliner. Sisanya 20 persen akan diisi oleh berbagai usaha lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal dan mempromosikan produk-produk unggulan NTB di kancah internasional.
Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian, dan Dinas Perdagangan, untuk persiapan matang. Setiap kabupaten/kota di NTB hanya diperbolehkan mengirimkan dua wakil UKM terbaiknya. Selain itu, asosiasi pedagang juga dilibatkan untuk mengisi slot partisipasi yang tersedia.
Dukungan Ekonomi Lokal Melalui UKM di Mandalika
Kehadiran 60 UKM di Sirkuit Mandalika merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan. Ahmad Masyhuri menegaskan bahwa pemilihan UKM dilakukan secara selektif. Hal ini untuk memastikan kualitas dan representasi terbaik dari produk lokal NTB.
Sebanyak 80 persen dari total UKM yang berpartisipasi akan fokus pada sektor kuliner. Ini mencerminkan kekayaan gastronomi NTB yang diharapkan mampu memanjakan lidah para pengunjung. Sementara itu, 20 persen sisanya akan diisi oleh jenis usaha lain yang relevan.
Proses seleksi UKM melibatkan berbagai dinas terkait serta asosiasi pedagang. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkualitas. Dengan demikian, ajang MotoGP Mandalika 2025 tidak hanya menjadi tontonan balap, tetapi juga pameran potensi ekonomi daerah.
Mekanisme Harga dan Kualitas Produk UKM
Salah satu isu yang kerap muncul dalam event besar adalah potensi kenaikan harga makanan dan minuman. Ahmad Masyhuri menjelaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang berlaku di lokasi acara. Harga di luar lokasi bisa Rp10 ribu, namun di Sirkuit Mandalika bisa mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per porsi.
Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain, biaya operasional yang lebih tinggi di dalam sirkuit dan peningkatan kualitas kemasan produk. "Pasar pasti ada kenaikan harga karena masuk ke sana kami sudah mockup yang sebelumnya bungkus jelek kami suruh pakai bungkus bagus, jarak (berjualan) juga jauh, dan kesempatan acara juga mempengaruhi harga," ujar Ahmad.
Peningkatan standar kemasan dan penyajian produk menjadi salah satu syarat bagi UKM yang berpartisipasi. Ini bertujuan untuk menjaga citra event internasional dan memberikan pengalaman terbaik bagi penonton. Meskipun harga lebih tinggi, kualitas dan presentasi produk diharapkan sebanding.
Tantangan dan Solusi Penggunaan Gas Elpiji Bersubsidi
Dalam upaya menghadirkan UKM, Pemprov NTB bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Pertamina. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah larangan penggunaan gas elpiji bersubsidi oleh pelaku UKM di lokasi event. Meskipun mereka adalah pengusaha mikro, ajang internasional ini menuntut standar yang berbeda.
Larangan ini diberlakukan mengingat status MotoGP Mandalika sebagai perhelatan internasional. Penggunaan gas bersubsidi tidak sesuai dengan skala dan standar acara tersebut. Oleh karena itu, pemerintah sedang mencari solusi bersama Pertamina untuk mendukung para pelaku UKM.
"Kami sedang membicarakan jalan keluar dengan Pertamina supaya ada dukungan dari perusahaan," kata Ahmad Masyhuri. Diharapkan ada skema khusus atau dukungan dari Pertamina. Ini akan membantu UKM memenuhi standar operasional tanpa membebani mereka secara berlebihan.
- MotoGP Mandalika 2025 dijadwalkan berlangsung pada 3-5 Oktober 2025.
- Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menargetkan 121 ribu penonton.
- Event ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi nasional sebesar Rp544,4 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sumber: AntaraNews