Fakta Menarik: MotoGP Mandalika Jadi Panggung Promosi Kelas Dunia untuk UMKM NTB, Apa Kata Wamenpar?
Wakil Menteri Pariwisata sebut MotoGP Mandalika adalah ajang emas bagi UMKM NTB untuk mempromosikan produk ke pasar internasional. Bagaimana UMKM bisa maksimalkan peluang ini?
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Ni Luh Enik Ermawati, menegaskan bahwa ajang balap internasional MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika merupakan platform strategis. Event bergengsi ini menjadi kesempatan emas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk mempromosikan hasil karya mereka ke dunia internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamenparekraf saat meninjau sejumlah stan UMKM binaan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Beliau menyoroti bagaimana event berskala global ini berhasil menarik banyak wisatawan mancanegara ke wilayah tersebut.
Kehadiran para pengunjung dari berbagai negara ini menciptakan ruang yang sangat efektif bagi masyarakat lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka. Hal ini secara langsung membuka peluang rezeki dan meningkatkan perekonomian bagi pelaku UMKM di NTB, khususnya di kawasan Mandalika.
Optimalisasi Promosi Global Produk UMKM Mandalika
Ni Luh Enik Ermawati memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas produk yang dipamerkan oleh pelaku UMKM di sela-sela ajang MotoGP Mandalika. Beliau menilai bahwa detail produk, kemasan, hingga metode pemasaran yang diterapkan sudah menunjukkan standar yang cukup baik dan memiliki potensi besar untuk bersaing.
Meskipun demikian, Wamenparekraf memberikan masukan penting terkait strategi pemasaran. Ia menyarankan agar para pelaku UMKM tidak hanya terpaku pada penjualan melalui platform digital, tetapi juga berupaya untuk menembus pasar ritel yang lebih besar. "Saya lihat sudah bagus semua, termasuk dari kemasan. Tapi perlu labelnya diperjelas, termasuk asal produk sehingga orang tahu belinya dari NTB," ujar Ni Luh Puspa, sapaan akrab Wamenparekraf.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk secara signifikan. Selain itu, untuk produk makanan, aspek higienitas dan kejelasan label produk, termasuk informasi asal produksi, harus terus diperhatikan secara ketat. Ini penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan memastikan kualitas produk.
Peran Kolaborasi dalam Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara konsisten mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan UMKM. Upaya ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem yang kondusif.
Fokus utama kolaborasi ini adalah pemberian pendampingan, pembinaan, dan pelatihan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM. Wamenparekraf meyakini bahwa semakin banyak instansi yang berperan aktif dalam program-program ini, semakin besar pula dampak positifnya terhadap peningkatan kualitas produk yang dihasilkan. "Kolaborasi dengan semua pihak perlu terus ditingkatkan supaya produk kreatif kita sehingga semakin tinggi nilai jual-nya," tambahnya.
Peningkatan kualitas ini diharapkan dapat membuat produk-produk kreatif UMKM NTB semakin dikenal luas dan diminati oleh pasar yang lebih besar, baik domestik maupun internasional. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan nilai jual dan daya saing produk. Wamenparekraf juga menyampaikan apresiasi kepada ITDC yang telah menyediakan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan karya mereka kepada pengunjung dan penonton MotoGP.
Sumber: AntaraNews