Tarik Investasi Rp1.177 Triliun, Luhut Dorong Pasar Modal Belajar ke India
Luhut juga berencana melempar usul kepada Presiden Prabowo Subianto, untuk menempatkan generasi muda sebagai pejabat di OJK maupun BEI.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan bakal memberikan usul kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia belajar dari India untuk melakukan pembenahan pasar modal.
Belajar dari pengalaman India, potensi pemasukan investasi (capital inflow) bagi Indonesia jika reformasi pasar modal dilakukan dengan tepat bisa mencapai USD 70 miliar, atau setara Rp 1.177,8 triliun (kurs Rp 16.826 per dolar AS).
"Kita usulkan, Pak Presiden, di pasar modal kita belajar dari India bagaimana pasar modal di-reform, di-restructuring. Itu mempunyai dampak 9 kali investasi yang masuk ke India," kata Luhut di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Jumat (13/2).
Berdasarkan pengalaman India, menurut Luhut, reformasi dilakukan berdampak pada peningkatan capital inflow hingga 9 kali lipat. Lantaran investor percaya atas transparansi kebijakan dilakukan pemerintah.
"India melakukan reform, sehingga apa yang masuk angka investasi ke India, kita lihat di sini, itu sampai USD 60-70 miliar. Nah pertanyaannya, kalau India bisa, kenapa kita enggak bisa? Apa sih bedanya India dengan kita? Apa bedanya? Banyak orang pinter-pinter di Republik ini kok," tegas Luhut.
"Jadi, menurut saya, nanti kami lapor Presiden, kami ingin reform ini, mengusulkan reform ini dilakukan. Sehingga kelihatan pemerintah ini lebih transparan," imbuh Luhut.
Tempatkan Anak Muda jadi Pejabat
Selain itu, Luhut juga berencana melempar usul kepada Presiden Prabowo Subianto, untuk menempatkan generasi muda sebagai pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI).
Usul itu diwacanakan setelah Dewan Ekonomi Nasional tengah menyusun langkah reformasi pasar pasar modal Indonesia. Dengan pejabat diisi anak muda, Luhut percaya pihak otoritas tidak bisa diinterupsi oleh kepentingan-kepentingan tertentu.
"Saya juga malah berpikir, usulan saya mungkin nanti saya akan lapor Bapak Presiden, cari aja anak muda. Yang paham uang, yang sulit untuk disogok-sogok," kata Luhut pada kesempatan sama.
Pejabat Anti Intervensi
"Kenapa mesti orang-orang terkenal? Cari anak muda yang punya pengalaman, yang punya kredibilitas, untuk menjadi (pejabat) misalnya di OJK, di pasar modal, yang tidak bisa diintervensi siapa-siapa gitu," tegas dia.
Selain support anak muda, Luhut juga mendorong pasar modal agar lebih bisa memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Dengan tujuan sama, agar sulit untuk dipermainkan.
"Karena kredibilitas di pasar modal kita itu sangat-sangat penting. Dan itu akan membangun saya kira confidence yang besar," tandas Luhut.