Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menegaskan komitmennya untuk memajukan olahraga atletik nasional. Organisasi ini berencana memperkuat sistem pembinaan atlet melalui pembangunan empat pusat pelatihan modern di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya adalah meningkatkan prestasi atletik nasional secara signifikan di masa mendatang.
Pembangunan pusat-pusat pelatihan ini juga akan menjadi fondasi bagi pembinaan atlet yang berkelanjutan dan terprogram. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan para atlet dapat fokus mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Advertisement
Advertisement
PB PASI telah mengidentifikasi empat lokasi strategis untuk pembangunan pusat pelatihan atletik. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Stadion Atletik Rawamangun di Jakarta, Pangalengan di Jawa Barat, Humbang Hasundutan di Sumatera Utara, serta Timika di Papua Barat.
Stadion Atletik Rawamangun di Jakarta telah selesai direnovasi dan diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, siap menjadi salah satu sentra pembinaan. Sementara itu, fasilitas di Humbang Hasundutan diperkirakan akan rampung dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Pusat pelatihan di Humbang Hasundutan akan mengakomodasi atlet dari wilayah Pulau Sumatera, sedangkan Pangalengan akan menjadi sentra pembinaan utama di Pulau Jawa. Demikian pula di Timika, fasilitas ini diharapkan menjangkau atlet dari wilayah timur Indonesia.
Advertisement
Kehadiran empat pusat latihan ini diharapkan mampu menjangkau pembinaan atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Ini merupakan upaya PB PASI untuk pemerataan akses pembinaan atletik di seluruh nusantara.
Advertisement
Selain memperkuat infrastruktur melalui pusat-pusat pelatihan, PB PASI juga memprioritaskan pembinaan pada nomor-nomor atletik tertentu. Nomor-nomor yang menjadi fokus utama adalah sprint, lempar lembing, dan lari jarak jauh.
Federasi juga telah menyiapkan lapisan kedua atlet muda sebagai bagian dari program regenerasi. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan prestasi atletik Indonesia di masa depan.
Untuk nomor lari 10.000 meter, PB PASI sedang mempertimbangkan untuk mengirim atlet menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Kenya. Kenya dikenal memiliki sistem pembinaan terbaik di dunia untuk nomor lari jarak jauh.
Advertisement
Advertisement
PB PASI tidak hanya fokus pada pengembangan fisik atlet, tetapi juga pada peningkatan kapasitas keilmuan akademik mereka. Penambahan kapasitas ini diberikan kepada para atlet muda guna mengintegrasikan antara fisik dan kognitif.
Langkah ini bertujuan membekali para atlet dengan pendidikan yang memadai, sehingga mereka memiliki bekal yang kuat tidak hanya di bidang olahraga tetapi juga untuk masa depan setelah karier atletik. Integrasi ini diharapkan menciptakan atlet yang berprestasi dan berdaya saing secara intelektual.
Sumber: AntaraNews
Advertisement