Target 5,9 Juta Wisman Bali: Komisi VII DPR Sebut KEK Kesehatan Sanur Punya Potensi Besar
Komisi VII DPR RI menyoroti potensi besar KEK Kesehatan Sanur di Bali, menargetkan 5,9 juta wisatawan mancanegara sebagai calon pengguna layanan. Akankah ini menjadi pesaing pusat medis internasional?
Komisi VII DPR RI mengidentifikasi sebanyak 5,9 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali sebagai target utama bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur. Potensi pasar yang besar ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pariwisata medis di Indonesia. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyatakan bahwa calon pasien untuk rumah sakit internasional di KEK Kesehatan Sanur sudah tersedia.
Pernyataan tersebut disampaikan Saleh Daulay dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI bersama Gubernur Bali di Denpasar, pada Kamis (30/10). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau perkembangan dan potensi KEK Kesehatan Sanur. Komisi VII DPR melihat adanya kebutuhan untuk menarik lebih banyak wisman maupun masyarakat domestik ke Bali International Hospital.
Dengan fundamental tingginya angka kunjungan wisman ke Bali, KEK Kesehatan Sanur diproyeksikan mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan serupa di negara tetangga. Saleh Daulay optimis bahwa Bali International Hospital, yang dikelola oleh InJourney, akan memiliki daya saing tinggi. Hal ini diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata medis yang unggul di kawasan.
Potensi Pasar Wisatawan Mancanegara di Bali
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali saat ini telah mencapai 5,9 juta orang, dengan proyeksi mencapai 7,1 juta kunjungan hingga akhir tahun 2025. Angka ini merupakan modal awal yang sangat kuat bagi pengembangan KEK Kesehatan Sanur. Saleh Daulay menegaskan bahwa tingginya jumlah wisman menunjukkan pasar yang siap untuk layanan kesehatan berstandar internasional.
Gubernur Bali, Wayan Koster, melaporkan bahwa rata-rata harian kunjungan wisatawan asing ke Bali berkisar antara 20 ribu hingga 23 ribu orang. Angka ini stabil, bahkan pada bulan Oktober yang sering dianggap sebagai musim sepi. Kondisi ini memperkuat keyakinan akan potensi besar KEK Kesehatan Sanur untuk menarik pasien dari kalangan wisman.
Meskipun saat ini sebagian besar wisman masih memadati sektor perhotelan seperti The Meru Bali Beach yang juga berada di KEK Kesehatan Sanur, Pemprov Bali melihat adanya peluang untuk mengarahkan mereka ke layanan kesehatan. Kecintaan wisman terhadap budaya Bali diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan. Hal ini akan membedakan KEK Kesehatan Sanur dari fasilitas medis di negara lain.
Strategi Bersaing dengan Pusat Kesehatan Internasional
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay, meyakini bahwa Bali International Hospital tidak akan kalah bersaing dengan rumah sakit di Singapura atau Malaysia. Keyakinan ini didasari oleh potensi pasar yang besar dan dukungan penuh dari DPR RI. Pihaknya berkomitmen untuk mempelajari dan mendukung segala upaya agar fasilitas ini dapat tertata dengan baik.
DPR RI juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di Bali, tidak hanya di bidang pariwisata tetapi juga kedokteran. Dengan banyaknya lulusan kedokteran yang berkualitas dari Bali, sektor pariwisata medis akan memiliki tenaga ahli yang kompeten. Ini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing KEK Kesehatan Sanur.
Menurut Saleh Daulay, pariwisata Bali saat ini bersaing di kancah internasional, bukan lagi di tingkat provinsi atau daerah dalam negeri. Bali memiliki kekhususan tersendiri yang menjadikannya acuan dalam perumusan regulasi kepariwisataan. Keunikan ini dapat dimanfaatkan untuk menarik wisman yang mencari pengalaman kesehatan sekaligus rekreasi.
Dukungan Pemerintah dan Proyeksi Masa Depan
Gubernur Bali Wayan Koster terus memantau dan melaporkan perkembangan kunjungan wisman yang menunjukkan tren positif. Proyeksi peningkatan jumlah kunjungan hingga 7,1 juta pada akhir 2025 menjadi indikator kuat potensi pasar. Pemerintah daerah dan pusat bersinergi untuk memastikan KEK Kesehatan Sanur dapat beroperasi optimal.
Pemprov Bali melihat bahwa kunjungan wisman tetap tinggi karena mereka mencintai budaya Bali. Faktor budaya ini dapat menjadi nilai tambah bagi KEK Kesehatan Sanur, menawarkan pengalaman penyembuhan yang unik. Integrasi antara layanan kesehatan modern dan kekayaan budaya lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan segala dukungan dan potensi yang ada, KEK Kesehatan Sanur diharapkan mampu menjadi destinasi pariwisata medis terkemuka. Ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian Bali dan Indonesia secara keseluruhan. Upaya berkelanjutan diperlukan untuk memastikan KEK Kesehatan Sanur dapat memenuhi ekspektasi dan bersaing di pasar global.
Sumber: AntaraNews