Kolaborasi Tiga BUMN Hadirkan Wisata Medis Terpadu di Bali, Targetkan Devisa Rp160 Triliun
Tiga BUMN bersinergi meluncurkan layanan Wisata Medis Terpadu di Bali International Hospital KEK Kesehatan Sanur, bertujuan menarik kembali devisa WNI yang selama ini berobat ke luar negeri.
Tiga entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menjalin kolaborasi strategis untuk menghadirkan layanan wisata medis terpadu di Bali International Hospital (BIH), yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur. Kolaborasi ini melibatkan Indonesia Healthcare Corporation (IHC), InJourney Aviation Services (IAS), dan Bank Mandiri, dengan tujuan utama mengoptimalkan potensi kesehatan dan pariwisata Indonesia. Direktur Komersial Pertamina Bina Medika IHC, Harmeni Wijaya, pada Jumat (13/2) di Denpasar, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan fondasi bagi Indonesia untuk membangun integrasi layanan bisnis baru di sektor wisata medis.
Kerja sama ketiga BUMN ini didasari oleh visi pemerintah untuk menarik kembali Warga Negara Indonesia (WNI) yang selama ini kerap mencari pengobatan di luar negeri. Melalui penyediaan layanan kesehatan berkualitas di tanah air, diharapkan WNI tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.
Bali International Hospital di KEK Kesehatan Sanur dirancang untuk memenuhi standar global, lengkap dengan menghadirkan dokter-dokter dari berbagai negara yang selama ini menjadi pilihan utama WNI untuk wisata medis. Rumah sakit ini mengembangkan layanan wisata terpadu guna memberikan kemudahan dan kenyamanan maksimal bagi pasien sejak awal pengobatan.
Sinergi BUMN untuk Layanan Kesehatan Kelas Dunia
Sebagai pengelola utama, IHC bertanggung jawab memastikan Bali International Hospital beroperasi sesuai standar internasional tertinggi. Harmeni Wijaya menjelaskan bahwa BIH akan dilengkapi dengan tim dokter spesialis yang berasal dari negara-negara yang selama ini menjadi destinasi favorit WNI untuk berobat.
Untuk dapat bersaing secara efektif dengan rumah sakit-rumah sakit terkemuka di luar negeri, BIH menyadari pentingnya menghadirkan layanan yang komprehensif dan terintegrasi. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berobat yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mudah dan nyaman bagi setiap pasien.
Dukungan penuh dari InJourney Aviation Services (IAS) dan Bank Mandiri menjadi kunci dalam mewujudkan layanan paripurna ini. Integrasi layanan mencakup kemudahan janji temu, transportasi yang terkurasi dari bandara, hingga opsi pembayaran yang fleksibel dan keuntungan finansial lainnya.
Integrasi Layanan Komprehensif: Dari Kedatangan hingga Pembayaran
InJourney Aviation Services (IAS) memegang peran krusial dalam paket wisata medis terpadu ini, dengan fokus pada pengalaman pasien sejak awal kedatangan. Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis, menjelaskan bahwa peran pihaknya dimulai bahkan sebelum pasien menaiki pesawat, berkolaborasi erat dengan BIH untuk memastikan kelancaran proses sejak sebelum tiba di Bali, selama perawatan, hingga pasien kembali ke daerah asal.
Sementara itu, Bank Mandiri turut berkontribusi dalam mempermudah aspek finansial bagi pasien. Vice President Corporate Banking PT Bank Mandiri, Budi Purwanto, meyakini bahwa kolaborasi ini akan memberikan hasil maksimal dengan menyediakan kemudahan pembayaran dan berbagai keuntungan finansial lainnya.
Harmeni Wijaya menambahkan, layanan terintegrasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan yang setara, bahkan lebih baik, dibandingkan kompetitor di luar negeri. Ini termasuk proses janji temu yang sederhana, pilihan transportasi yang terkurasi dari bandara, serta sistem pembayaran yang efisien dan menguntungkan.
Ke depan, Bali International Hospital di KEK Kesehatan Sanur membuka peluang kerja sama dengan BUMN lain. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan berkualitas.
Potensi Ekonomi dan Kampanye Edukasi Wisata Medis
Data menunjukkan bahwa setiap tahunnya, sekitar 2 juta WNI memilih untuk berobat ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Aktivitas ini mengakibatkan aliran devisa hingga Rp160 triliun keluar dari Indonesia dan masuk ke negara-negara tersebut.
Dengan hadirnya rumah sakit internasional berstandar global di Bali, jantung pariwisasa Indonesia, Budi Purwanto optimistis bahwa BIH tidak hanya akan menarik WNI, tetapi juga wisatawan asing untuk berobat. Lokasi strategis dan kualitas layanan diharapkan menjadi daya tarik utama.
Tugas utama saat ini adalah mengintensifkan kampanye untuk memperkenalkan layanan wisata medis terpadu ini kepada masyarakat luas. Pemanfaatan jaringan masing-masing BUMN akan menjadi kunci untuk mengedukasi dan menarik lebih banyak pasien. Budi Purwanto menekankan pentingnya kampanye agar devisa tetap berada di dalam negeri, sekaligus menjadikan Bali sebagai destinasi yang tidak hanya menarik untuk wisata, tetapi juga untuk pengobatan.
Sumber: AntaraNews