Tahukah Anda, Telkom Kini Fokus Jadi Strategic Holding, Ini Alasannya!
PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) bertransformasi menjadi Telkom Strategic Holding, merampingkan portofolio bisnis untuk efisiensi dan fokus pada pilar transformasi. Apa dampak langkah besar ini bagi masa depan digital Indonesia?
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi mengumumkan langkah transformatifnya untuk menjadi strategic holding. Perusahaan telekomunikasi plat merah ini juga akan memperkuat portofolio bisnisnya melalui serangkaian penataan yang komprehensif. Inisiatif besar ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fokus strategis perusahaan di tengah dinamika pasar digital yang terus berkembang pesat.
Upaya transformasi ini sejalan dengan amanat perampingan atau streamlining BUMN yang telah ditetapkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa langkah ini krusial. "Streamlining portofolio bisnis kami hadirkan agar Telkom dapat semakin fokus pada bisnis inti yang mendukung pilar transformasi perusahaan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/11).
Penataan kembali portofolio bisnis ini diharapkan mampu menjadikan Telkom lebih ramping dan efisien, serta menghilangkan duplikasi portofolio anak usaha. Setiap entitas anak perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi dan value creation yang optimal bagi TelkomGroup. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari visi Telkom untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem digital nasional dan global.
Mendorong Efisiensi dan Fokus Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis atau streamlining yang dilakukan Telkom memiliki tujuan utama untuk memastikan fokus pada bisnis inti. Hal ini sangat mendukung empat pilar transformasi Telkom 2030 yang telah dicanangkan perusahaan. Melalui proses ini, Telkom berupaya menciptakan struktur organisasi yang lebih gesit dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Perusahaan diharapkan dapat menjadi lebih ramping, efisien, dan tidak terdapat anak usaha dengan portofolio yang hampir serupa. Duplikasi fungsi dan layanan akan diminimalisir, sehingga sumber daya dapat dialokasikan secara lebih efektif. Langkah ini juga memastikan bahwa setiap anak usaha memberikan kontribusi yang signifikan dan menciptakan nilai tambah optimal bagi TelkomGroup secara keseluruhan.
Seno Soemadji menambahkan bahwa strategi ini akan memperkuat posisi Telkom sebagai digital telco. Selain itu, Telkom juga akan berperan sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. Transformasi ini diharapkan dapat mendorong efisiensi, peningkatan layanan, sinergi antar unit bisnis, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Strategi Komprehensif dan Penguatan Posisi Digital
Inisiasi program streamlining Telkom didasarkan pada kajian mendalam yang disusun dengan menggunakan framework dari konsultan bisnis independen. Kerangka kerja ini dirancang secara komprehensif untuk mengevaluasi portofolio anak perusahaan Telkom. Tujuannya adalah menentukan opsi optimal bagi masing-masing entitas, sesuai dengan kondisi dan potensi pasar.
Opsi yang dipertimbangkan meliputi cut loss atau divestasi di bawah nilai invested capital, write off atas shareholder loan, maupun pembubaran anak usaha. Keputusan ini diambil untuk entitas yang dinilai tidak lagi memberikan nilai tambah strategis bagi TelkomGroup. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap aset dan sumber daya perusahaan dimanfaatkan secara maksimal.
"Langkah ini diambil sekaligus untuk memperkuat posisi Telkom dalam menjadi perusahaan strategic holding yang lebih solid dan dapat terus bertumbuh," imbuh Seno. Dengan demikian, Telkom tidak hanya berfokus pada efisiensi internal, tetapi juga pada penguatan fondasi bisnis untuk pertumbuhan berkelanjutan di era digital.
Kepatuhan dan Akuntabilitas dalam Transformasi
Direktur Legal & Compliance Telkom, Andy Kelana, menekankan pentingnya penguatan strategi serta pemahaman mendalam terhadap aspek kepatuhan dan kehati-hatian. Setiap keputusan strategis harus diambil sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini menjamin bahwa proses transformasi berjalan sesuai koridor hukum dan etika bisnis.
"Dengan demikian, setiap keputusan strategis diambil secara prudent dengan melibatkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan," ujar Andy. Transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar utama dalam setiap tahapan proses streamlining ini. Ini juga melibatkan berbagai pihak eksternal untuk memastikan objektivitas.
Telkom berkomitmen untuk memastikan setiap proses streamlining dilakukan secara akuntabel dan transparan. Perusahaan berkoordinasi erat dengan Kejaksaan Agung, BPKP, Danantara, dan Badan Pengaturan BUMN. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjamin kepatuhan hukum dan mendukung transformasi menuju korporasi yang lebih gesit, efisien, dan berkelanjutan. "Melalui inisiatif streamlining portofolio bisnis TelkomGroup, Telkom juga senantiasa mendukung inisiatif pemerintah dalam upaya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional," pungkas Andy.
Sumber: AntaraNews