Tahukah Anda? SISSCa ke-11 di Sawahlunto, Upaya Kemenpar Lestarikan Budaya Nusantara ke Kancah Global!
Kementerian Pariwisata menegaskan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) bukan sekadar perayaan, melainkan strategi jitu melestarikan dan memperkenalkan budaya Nusantara ke mata dunia. Apa rahasia di baliknya?
Kota Sawahlunto kembali menjadi sorotan dengan penyelenggaraan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa), sebuah acara yang melampaui selebrasi semata. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Erwita Dianti, menegaskan bahwa event ini merupakan upaya konkret untuk melestarikan dan mengenalkan budaya Nusantara ke kancah internasional.
Diselenggarakan pada 7 September lalu, SISSCa menjadi platform penting untuk mempromosikan warisan budaya Indonesia, khususnya Songket Silungkang, kepada masyarakat domestik maupun mancanegara. Kehadiran event ini diharapkan mampu menarik perhatian dunia terhadap kekayaan budaya dan potensi pariwisata yang dimiliki Kota Sawahlunto.
Sebagai salah satu dari 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) yang tercatat dalam agenda Kemenpar, SISSCa memiliki peran strategis dalam memajukan pariwisata daerah. Kota Sawahlunto sendiri, yang dikenal sebagai 'Kota Arang', memiliki potensi besar dalam sejarah, alam, budaya, hingga gastronomi, menjadikannya destinasi yang menarik untuk dijelajahi.
SISSCa: Lebih dari Sekadar Perayaan Budaya
Penyelenggaraan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) bukan hanya sebuah karnaval atau parade biasa, melainkan sebuah inisiatif strategis dari Kementerian Pariwisata. Erwita Dianti menyatakan, "Penyelenggaraan SISSCa bukanlah sebuah selebrasi semata melainkan upaya untuk melestarikan dan mengenalkan warisan budaya kita kepada masyarakat domestik maupun internasional." Pernyataan ini menggarisbawahi misi budaya dan promosi yang diemban oleh event tersebut.
Sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara, SISSCa diyakini Kemenpar dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan Indonesia, khususnya Kota Sawahlunto, ke mata dunia. Kota Sawahlunto sendiri memiliki daya tarik yang kuat dengan kekayaan potensi sejarah, alam, budaya, dan gastronomi yang melimpah, siap memukau pengunjung dari berbagai penjuru.
Keberadaan Songket Silungkang yang telah dikenal luas di pasar nasional hingga mancanegara turut memperkuat posisi Kota Sawahlunto. Hal ini semakin menegaskan pengaruh kota ini di kancah global, terutama setelah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2019.
Songket Silungkang: Warisan Dunia Penggerak Ekonomi Kreatif
Songket Silungkang merupakan salah satu elemen kunci dalam event SISSCa yang tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga peran penting dalam pergerakan ekonomi kreatif. Keindahan dan kerumitan motif Songket Silungkang telah menarik perhatian pasar nasional dan internasional, menjadikannya komoditas budaya yang berharga.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menekankan bahwa penyelenggaraan SISSCa 2025 yang akan menjadi edisi ke-11, adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap warisan budaya nenek moyang. "Songket dengan setiap benangnya yang terjalin adalah cerminan dari identitas sejarah dan keindahan, setiap motifnya memiliki makna filosofis yang mendalam," ungkap Riyanda Putra, menyoroti nilai intrinsik dari kain tenun ini.
Dianti menambahkan bahwa event SISSCa ini juga berfungsi sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat lokal. Dengan mempromosikan Songket Silungkang, diharapkan dapat tercipta peluang ekonomi baru bagi para pengrajin dan pelaku usaha di Sawahlunto, sekaligus melestarikan tradisi tenun yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Komitmen Sawahlunto dalam Melestarikan Adat
Komitmen Kota Sawahlunto dalam melestarikan budaya dan adat istiadatnya terlihat jelas melalui dukungan penuh terhadap event SISSCa. Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah manifestasi penghargaan terhadap warisan tak ternilai.
Setiap helai benang Songket Silungkang tidak hanya merepresentasikan keindahan visual, tetapi juga menyimpan narasi sejarah dan identitas budaya yang kaya. Motif-motif yang terukir pada songket memiliki makna filosofis yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal dan pandangan hidup masyarakat Sawahlunto.
Melalui SISSCa, Sawahlunto tidak hanya memperkenalkan keindahan Songket Silungkang, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kota yang kaya akan warisan budaya. Event ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kota dapat memadukan tradisi dengan inovasi untuk menarik perhatian global, sambil tetap mempertahankan akar budayanya.
Sumber: AntaraNews