Fakta Unik: SISSCa Sawahlunto 2025 Tingkatkan Ekonomi dan Budaya Lokal, Ribuan Pengunjung Padati Acara
Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 berhasil menjadi motor penggerak ekonomi dan budaya di Sawahlunto, Sumatera Barat, menarik ribuan pengunjung dan mendorong transaksi UMKM.
Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, telah sukses menjadi jembatan vital dalam menghidupkan kembali budaya dan ekonomi lokal. Acara akbar ini tidak hanya menyuguhkan festival budaya, tetapi juga menjadi pendorong signifikan bagi sektor ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Selama tiga hari penuh, Sawahlunto Ekraf Expo yang merupakan bagian dari rangkaian SISSCa di Lapangan Ombilin dipadati oleh ribuan pengunjung. Kehadiran para pengunjung ini secara langsung berdampak pada peningkatan transaksi jual-beli, menciptakan perputaran ekonomi yang merata di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa dampak langsung dari SISSCa sangat terasa pada aspek budaya dan ekonomi. Kegiatan ini berhasil menyatukan pentas seni dan transaksi UMKM, memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal serta mengukuhkan posisi Sawahlunto sebagai destinasi budaya dan ekonomi kreatif.
Dampak Ekonomi Nyata SISSCa bagi UMKM Lokal
Penyelenggaraan SISSCa 2025 memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi UMKM di Sawahlunto. Wali Kota Riyanda Putra menyatakan, "Selama tiga hari penyelenggaraan, Sawahlunto Ekraf Expo yang merupakan salah satu rangkaian SISSCa di Lapangan Ombilin yang menampilkan pentas seni anak-anak Sawahlunto dipadati ribuan pengunjung."
Sebanyak 30 UMKM bidang ekonomi kreatif dan 116 UMKM kuliner turut berpartisipasi dalam acara ini. Nilai transaksi jual-beli yang relatif seimbang memastikan perputaran ekonomi dirasakan secara merata, tidak hanya oleh pedagang di Lapangan Ombilin, tetapi juga di kawasan Silo dan Pasar Remaja atau Terminal Sawahlunto.
Strategi Pemerintah Kota Sawahlunto untuk mendatangkan artis ibu kota seperti Diva Aurell dan Chesylino pada malam penyerahan hadiah karnaval SISSCa terbukti ampuh. Kehadiran mereka memancing lonjakan penonton, yang pada gilirannya mendorong peningkatan transaksi kuliner di lokasi acara. Ini menunjukkan bagaimana sinergi antara hiburan dan ekonomi dapat menciptakan dampak positif yang luas.
SISSCa: Panggung Ekspresi Budaya dan Inovasi Songket
Dari sisi budaya, SISSCa menjadi panggung ekspresi yang dinamis bagi generasi muda Sawahlunto. Total 10 tarian ditampilkan, dua di antaranya, Magical Land of Sawahlunto dan It’s Time for Sawahlunto, dipersembahkan oleh kolaborasi Sawahlunto Youth Movement pada puncak karnaval, menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Partisipasi aktif pelajar dari berbagai sekolah, seperti SMP Negeri 1 Sawahlunto, SMP Negeri 3 Sawahlunto, dan SD Negeri 10 Tanah Lapang, menunjukkan komitmen terhadap pelestarian budaya sejak dini. SISSCa berhasil menumbuhkan semangat kebudayaan dan kreativitas di kalangan generasi penerus.
Selain itu, pengrajin dan fashion designer lokal Sawahlunto memperoleh kesempatan berharga untuk unjuk gigi dan belajar mempromosikan produk mereka. Mereka menampilkan inovasi desain berbasis Songket Silungkang, membuktikan bahwa kain tradisional dapat dihadirkan dalam format modern yang relevan dengan pasar generasi muda. Wali Kota Riyanda Putra menambahkan, "Kini banyak muncul inovasi fashion designer yang menjadikan songket lebih relevan dengan pasar Gen Z."
Dukungan Nasional dan Visi Indonesia Emas 2045
SISSCa 2025 mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN). Dukungan ini menjadikan SISSCa sebagai salah satu agenda wisata unggulan nasional, yang memperkuat posisi Sawahlunto di peta destinasi budaya Indonesia.
Wali Kota Riyanda Putra menilai SISSCa bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga etalase ekonomi kreatif yang membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan generasi muda. Penyelenggaraan SISSCa selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat, terutama Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya nasional sebagai pilar strategis menuju Indonesia Emas 2045.
"Dengan SISSCa, Sawahlunto menunjukkan kontribusi konkret terhadap program nasional, yakni menghadirkan panggung budaya sekaligus mendorong UMKM naik kelas. Ini adalah bentuk implementasi dari semangat pembangunan yang responsif, adaptif, dan berdampak nyata,” ujar Wali Kota Riyanda Putra menegaskan, menandai keberhasilan acara ini dalam mendukung visi pembangunan nasional.
Sumber: AntaraNews