Siap-Siap Biaya Langganan Netflix Bakal Naik Tahun Ini
Kenaikan biaya langganan ini setelah Netflix mengalami lonjakan 19 juta pelanggan baru.
Netflix mengumumkan akan menaikkan harga langganan pada sebagian besar tingkatan langganannya di pasar Amerika Serikat AS dan Kanada mulai 2025 untuk tahap awal.
Kenaikan biaya langganan ini setelah raksasa streaming tersebut melaporkan 19 juta pelanggan baru pada kuartal terakhir tahun 2024.
Menurut Manajemen Netflix kenaikan harga yang diumumkan Selasa akan membuat keanggotaan bulanan standar tanpa iklan naik dari USD 15,49 (Rp250.000) menjadi USD 17,99 (Rp290.000). Sementara akun standar dengan iklan akan naik satu dolar menjadi USD 7,99 (Rp130.000). Untuk tingkat premium dengan harga tertinggi, yang mencakup kualitas video 4K, akan naik USD 2 menjadi USD 24,99 (Rp406.000).
"Seiring dengan upaya kami untuk terus berinvestasi dalam pemrograman dan memberikan nilai tambah bagi anggota, kami terkadang akan meminta anggota untuk membayar sedikit lebih banyak agar kami dapat berinvestasi lagi untuk lebih meningkatkan Netflix," kata perusahaan itu dalam surat kepada para investor dilansir CNN.com, Jakarta, Rabu (22/1).
Pemicu Kenaikan Biaya Langganan
Lonjakan pelanggan, yang terbesar sepanjang sejarah Netflix, menempatkan raksasa layanan streaming itu pada angka 302 juta secara global, yang memperkuat posisi perusahaan di posisi teratas dalam industri tersebut.
Netflix mengaitkan kesuksesan terbaru layanannya dengan pertandingan tinju Mike Tyson dan Jake Paul pada bulan November 2024 lalu, yang katanya menarik 108 juta pemirsa di seluruh dunia, menjadikannya acara olahraga yang paling banyak ditonton sepanjang masa.
Kenaikan langganan juga didorong oleh keberhasilan musim kedua "Squid Game", penayangan perdana terbesar platform tersebut hingga saat ini, yang menarik 68 juta penonton dalam minggu pertamanya. Awal bulan ini, Netflix juga menambahkan siaran langsung WWE "Raw" pada Senin malam.
Netflix menyebut, kenaikan harga tersebut merupakan hal terbaru bagi konsumen karena layanan streaming semakin menaikkan biaya bulanan dan mendorong pelanggan ke paket yang didukung iklan dengan harga lebih rendah untuk meningkatkan keuntungan. Dalam beberapa tahun terakhir, Disney, Max, Peacock, Apple, dan lainnya telah menaikkan harga mereka. Netflix terakhir kali menaikkan harga paket standarnya pada tahun 2022.
Perusahaan tersebut pada hari Selasa melaporkan pendapatannya meningkat 16 persen pada kuartal terakhir 2024, melampaui USD 10 miliar untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.
Sementara pendapatan operasional mencapai USD 2,3 miliar, peningkatan 52 persen dari tahun ke tahun. Netflix juga mengumumkan pembelian kembali saham senilai USD 15 miliar. Berita tersebut membuat saham melonjak 13 persen pada Selasa sore.
Pada panggilan investor perusahaan, Ted Sarandos, salah satu kepala eksekutif Netflix, menggarisbawahi keberhasilan perusahaan streaming tersebut baru-baru ini dengan acara olahraga langsung.
Namun, belum ada informasi pasti kenaikan biaya langganan Netflix di pasar Asia.