Samuel Wattimena Dorong Hotel Buat Paket Khusus untuk Pengembangan Desa Wisata Semarang
Anggota DPR RI Samuel Wattimena mengajak industri perhotelan di Semarang berkolaborasi menciptakan paket kunjungan ke desa wisata. Langkah ini diharapkan mendongkrak Pengembangan Desa Wisata lokal.
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, baru-baru ini mengemukakan ide inovatif untuk memajukan sektor pariwisata lokal. Ia secara khusus mengajak seluruh kalangan perhotelan di Kota Semarang agar berperan aktif dalam pengembangan desa wisata. Inisiatif ini disampaikan dalam upaya memperkuat potensi pariwisata daerah.
Ajakan tersebut dilontarkannya saat menghadiri Festival Desa Wisata Kota Semarang yang berlangsung meriah di Desa Wisata Wonolopo, Mijen, Semarang, pada Sabtu (29/11). Samuel Wattimena menekankan pentingnya sinergi antara hotel dan desa wisata untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih inklusif. Tujuannya adalah memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial.
Menurutnya, dengan adanya paket-paket kunjungan singkat atau "weekend" ke desa wisata, akan terjadi peningkatan signifikan dalam kunjungan wisatawan. Hal ini tidak hanya akan memberikan alternatif menarik bagi para pelancong, tetapi juga menjadi bantuan besar bagi keberlangsungan dan Pengembangan Desa Wisata di wilayah tersebut.
Sinergi Hotel dan Desa Wisata untuk Peningkatan Kunjungan
Samuel Wattimena menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara hotel dan desa wisata dapat membuka peluang baru bagi industri pariwisata. "Kalau hotel-hotel di Semarang membuat paket-paket singkat, paket-paket 'weekend' untuk ke desa wisata, menurut saya ini akan merupakan bantuan besar untuk desa wisata," ujarnya. Ide ini bertujuan memudahkan wisatawan mengakses destinasi unik.
Paket kunjungan semacam itu akan sangat membantu para pelancong yang menginap di hotel untuk mendapatkan pilihan wisata yang beragam. Wisatawan tidak hanya terpaku pada objek wisata konvensional, tetapi juga dapat menjelajahi kekayaan budaya dan alam di desa-desa. Ini akan memperkaya pengalaman berlibur mereka.
Lebih lanjut, Samuel Wattimena menyatakan bahwa inisiatif ini akan memberikan alternatif menarik bagi berbagai jenis wisatawan. "Turis lokal, nasional, maupun internasional yang datang ke Semarang ada alternatif yang bisa mereka kunjungi. Tidak hanya mengunjungi (objek wisata) yang ada," tambahnya. Diversifikasi destinasi ini penting untuk daya tarik kota.
Ia juga berencana untuk mengadakan pertemuan dengan para pelaku bisnis perhotelan guna membahas implementasi ide ini serta persoalan lain dalam pengembangan pariwisata. "Apa yang bisa kita lakukan bersama sehingga tamu-tamu hotel di Semarang itu bisa memiliki paket-paket menuju desa wisata," katanya, menunjukkan komitmen untuk mewujudkan gagasan ini.
Peran Pemerintah Kota Semarang dalam Mendukung Potensi Lokal
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Semarang, Wing Wiyarso, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang aktif mendukung Pengembangan Desa Wisata. Festival Desa Wisata ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Tujuannya adalah mengangkat potensi unik yang dimiliki oleh setiap desa.
Wing Wiyarso menyebutkan bahwa Festival Desa Wisata ini adalah pengembangan dari program sebelumnya, yaitu Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Program rutin ini kini diperluas untuk memberikan platform yang lebih besar bagi desa-desa wisata. Ini menunjukkan evolusi strategi Pemkot dalam mempromosikan pariwisata.
Saat ini, Kota Semarang memiliki 13 desa wisata yang telah dinilai mandiri, namun Pemkot Semarang tetap memberikan fasilitasi dan pendampingan berkelanjutan. "Kami akan mencoba memberikan 'support', dorongan, agar masyarakat dan para pengelola desa wisata bisa mengangkat potensi yang dimiliki, keunikan, tema-tematik yang ada," jelas Wing. Dukungan ini krusial.
Ia juga menambahkan bahwa setiap desa wisata memiliki potensi tersendiri yang perlu dioptimalkan. "Dulu kami kan memiliki kampung tematik, ini merupakan embrio untuk desa wisata," pungkasnya. Pendekatan tematik ini menjadi fondasi kuat bagi Pengembangan Desa Wisata yang berkelanjutan.
Pentingnya Keunikan dan Keberlanjutan dalam Pengembangan Desa Wisata
Samuel Wattimena juga memberikan peringatan penting kepada para pelaku desa wisata agar tidak terjebak dalam tren sesaat. Ia menekankan agar tidak "latah" atau meniru apa yang sedang populer di desa wisata lain tanpa mempertimbangkan potensi lokal. Keunikan adalah kunci daya tarik yang berkelanjutan.
"Jadi, jangan buat sesuatu yang kemudian ikut-ikutan karena daerah lain bikin, padahal bahan baku di daerah mereka tidak ada," tegasnya. Pesan ini mengingatkan pentingnya otentisitas dan memanfaatkan sumber daya yang memang tersedia di desa masing-masing. Pengembangan harus berbasis potensi asli.
Menurut Samuel, Pengembangan Desa Wisata harus dilakukan secara berkelanjutan, memastikan keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan dari hulu ke hilir. Aspek keberlanjutan ini mencakup pengelolaan sumber daya dan dampak lingkungan. Ini adalah prinsip penting untuk jangka panjang.
"Untuk sesuatu yang 'sustain', hulu ke hilir harus ada. Kuncinya adalah menurut saya setiap desa wisata punya keunikan," katanya. Ia menekankan bahwa tidak boleh memulai produksi atau karya apapun jika rantai pasok dari hulu ke hilir tidak terjaga dengan baik. Keunikan dan keberlanjutan adalah fondasi utama.
Sumber: AntaraNews