Fakta Menarik: Desa Wisata Wanurejo di Borobudur Maju Pesat Berkat Budaya dan Gotong Royong

Desa Wisata Wanurejo di kawasan Borobudur menunjukkan kemajuan signifikan dalam pariwisata berbasis budaya dan masyarakat, menarik perhatian Komisi V DPR RI untuk dukungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: Desa Wisata Wanurejo di Borobudur Maju Pesat Berkat Budaya dan Gotong Royong
Desa Wisata Wanurejo di kawasan Borobudur menunjukkan kemajuan signifikan dalam pariwisata berbasis budaya dan masyarakat, menarik perhatian Komisi V DPR RI untuk dukungan. (Merdeka.com)

Bupati Magelang Grengseng Pamuji pada Kamis (25/9) menyatakan Desa Wanurejo di kawasan Candi Borobudur telah mencapai kemajuan pesat. Desa ini diakui sebagai desa wisata unggulan dengan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dan budaya lokal yang kuat. Kemajuan ini menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menyambut kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Acara penting ini berlangsung di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung potensi dan tantangan desa wisata.

Kehadiran Komisi V DPR RI ini diharapkan dapat memberikan dukungan berkelanjutan bagi pembangunan daerah. Terutama dalam memperkuat desa-desa wisata sebagai penopang ekonomi lokal. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan bahwa Desa Wanurejo tidak hanya menawarkan keindahan alam dan warisan budaya. Namun, desa ini juga menjadi simbol nyata dari semangat gotong royong dan inovasi masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan potensi besar desa dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) disambut langsung oleh Bupati Pamuji. Turut hadir jajaran Pemkab setempat dan Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir di Balkondes Wanurejo. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama terhadap pengembangan desa.

Meskipun Desa Wanurejo telah mengalami kemajuan signifikan, Pemerintah Kabupaten Magelang tetap mengharapkan dukungan penuh dari Komisi V DPR. Dukungan ini sangat krusial untuk kemajuan pembangunan di daerah, khususnya bagi pengembangan desa-desa. Pembangunan desa diharapkan dapat selaras dengan tujuan pembangunan nasional.

Bupati Pamuji menekankan pentingnya mendorong desa-desa di Kabupaten Magelang, khususnya desa wisata, untuk menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan. Ini adalah langkah strategis untuk pembangunan daerah.

Keberadaan desa wisata di daerah tersebut terus didorong agar berbasis pada potensi lokal yang unik. Hal ini penting agar masyarakat memiliki ukuran sendiri terkait kelestarian alam, lingkungan, dan sumber daya. Pendekatan ini memastikan pariwisata berkelanjutan dan bermanfaat bagi warga.

Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di Candi Borobudur dan sekitarnya, akan diselenggarakan kegiatan "Borobudur Moon". Acara ini akan menyajikan sendratari lokal Kabupaten Magelang yang berkolaborasi dengan kesenian dari Bali. Inisiatif ini diharapkan menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan daya tarik kawasan.

Saat ini, Kabupaten Magelang telah memiliki 46 desa wisata aktif, dengan 372 desa secara keseluruhan. Banyak rintisan desa wisata lain juga terus bermunculan dan didorong. Keberadaan desa wisata ini adalah bagian dari penguatan Kawasan Super Prioritas Nasional (KSPN) Borobudur.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR, Novita Wijayanti, menjelaskan tujuan kunjungan mereka adalah untuk melihat langsung dan memberikan dukungan. Dukungan tersebut mencakup pengembangan desa wisata dan perekonomian lokal di Kabupaten Magelang. Ini menunjukkan perhatian serius dari legislatif.

Novita Wijayanti juga menampung sejumlah masukan penting dari beberapa kepala desa di Kabupaten Magelang. Masukan tersebut meliputi pengadaan terminal religi, peningkatan kesejahteraan pendamping desa, serta upaya peningkatan perekonomian di kawasan Borobudur hingga 30 persen. Masukan ini akan menjadi bahan kajian.

Komisi V DPR menyatakan kesiapan untuk menampung dan mengkaji setiap usulan serta persoalan yang ada di Kabupaten Magelang. Mereka berjanji akan segera menindaklanjuti temuan dan masukan tersebut. Hal ini menunjukkan responsifitas DPR terhadap aspirasi masyarakat.

Anggota Komisi V DPR, Sofwan Dedy Ardiyanto, menyebut kunjungan ini sebagai "belanja masalah" yang akan ditindaklanjuti menjadi penyelesaian. Ia menggarisbawahi pentingnya melonggarkan regulasi pariwisata. "Sederhana, kata Pak Bupati tadi konsep pembangunan wilayah itu ciptakan potensi perputaran uang. Kalau di pariwisata, perputaran uang itu bisa terjadi kalau wisatawan datang, maka longgarkanlah regulasi supaya wisatawan bisa berbondong-bondong bisa ke sini," ujarnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi