Rudal Iran Tembus Iron Dome, Warga Israel Dilanda Panic Buying dan Serbu Supermarket
Warga Israel berbondong-bondong menyerbu supermarket, memborong kebutuhan pokok, dan bersiap mencari perlindungan
Kepanikan massal melanda Israel setelah serangan rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome atau Kubah Besi.
Menurut laporan koresponden Al Jazeera di Tel Aviv, warga Israel berbondong-bondong menyerbu supermarket, memborong kebutuhan pokok, dan bersiap mencari perlindungan di tengah kekhawatiran akan serangan balasan yang lebih besar dari Iran.
Dilaporkan, jalan-jalan di kota-kota besar Israel terlihat sepi pada Jumat pagi. Pemerintah telah memperingatkan penduduk untuk tetap berada di dalam rumah dan menyiapkan perbekalan untuk dua minggu ke depan. Supermarket-supermarket pun diserbu warga yang panik, menyebabkan antrean panjang dan rak-rak kosong.
"Antreannya panjang sekali dan hanya tersisa barang-barang kering yang paling murah. Sungguh histeris," ujar Ori Goldberg, ilmuwan politik Israel, kepada Al Jazeera.
Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana kacau di berbagai pusat perbelanjaan di Tel Aviv. Puluhan warga terlihat membawa kereta belanja penuh, antre di kasir, dan memborong berbagai kebutuhan mulai dari makanan kaleng hingga air mineral.
Imbauan Perdana Menteri Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengimbau warga untuk bersiap menghabiskan waktu lama di tempat perlindungan bom. Peringatan ini disampaikan menyusul ketegangan yang meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada dini hari.
Dalam serangan tersebut, Israel mengerahkan sekitar 200 jet tempur untuk menggempur beberapa target strategis di Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium Natanz, sejumlah pangkalan militer di sekitar Teheran, serta kompleks perumahan militer. Serangan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dan paling berani dalam sejarah konflik kedua negara.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, menanggapi situasi tersebut dengan menyatakan bahwa serangan Israel tersebut merupakan konsekuensi atas kegagalan kesepakatan untuk menunda proyek pengembangan nuklir Iran.