Respons Positif Pembeli, Thailand Jadi Pasar Strategis Ekspor Tuna Yellowfin Maluku
Ekspor perdana tuna Yellowfin Maluku ke Thailand mendapat respons positif, membuka jalan bagi pengiriman rutin dan memperkuat posisi Maluku di pasar Asia Tenggara.
Maluku berhasil menembus pasar ekspor baru untuk komoditas unggulan perikanannya. Ekspor perdana ikan tuna Yellowfin asal Maluku ke Thailand telah menerima respons positif dari para pembeli di Bangkok, menandai babak baru dalam pengembangan sektor perikanan daerah. Langkah strategis ini diharapkan dapat membuka peluang pengiriman rutin dan memperluas jangkauan produk perikanan Maluku di kancah internasional.
Kepala Kantor Bea Cukai Ambon, Kurniawan Hari Purnomo, menyatakan bahwa respons positif ini menjadi indikasi kuat potensi pasar Thailand yang besar. Menurutnya, Thailand dipandang sebagai pasar yang sangat strategis mengingat tingginya permintaan produk perikanan olahan di kawasan tersebut. Hal ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha perikanan di Maluku untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.
Pengiriman perdana ini dilakukan oleh PT Lumbung Ikan Maluku (LIM), sebuah perusahaan pengolahan tuna Indonesia yang beroperasi dengan rantai pasokan hulu-hilir terintegrasi. Ekspor ini merupakan uji pasar awal di Asia Tenggara, setelah produk perikanan Maluku sebelumnya berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Jepang. Proses pengiriman ke Thailand dilakukan melalui Bandara Pattimura Ambon menggunakan jalur udara, sebuah metode yang dipilih untuk menjaga kualitas produk dan mempercepat distribusi kepada pembeli.
Potensi Pasar Thailand dan Diversifikasi Ekspor
Thailand menunjukkan diri sebagai pasar yang sangat menjanjikan bagi produk perikanan Maluku, khususnya tuna Yellowfin. Respons positif dari pembeli di Bangkok mengindikasikan adanya permintaan yang kuat dan potensi untuk hubungan dagang yang berkelanjutan. Bea Cukai Ambon secara aktif mendorong agar langkah awal ini dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang, sekaligus membuka pintu bagi pelaku usaha perikanan Maluku lainnya untuk memasuki pasar Asia Tenggara.
Perluasan negara tujuan ekspor menjadi elemen krusial dalam strategi pengembangan sektor perikanan Maluku. Diversifikasi pasar ini tidak hanya memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan perikanan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada beberapa pasar saja. Ini adalah upaya nyata untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Maluku.
Kurniawan Hari Purnomo menekankan bahwa tingginya permintaan produk perikanan olahan di Thailand menjadikan negara tersebut sebagai target pasar yang ideal. Dengan kualitas tuna Yellowfin Maluku yang telah terbukti, diharapkan produk ini dapat bersaing dan menjadi pilihan utama di pasar Thailand. Ini juga menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk terus meningkatkan standar produk.
Dukungan Bea Cukai dan Kontribusi Ekspor Maluku
Kantor Bea Cukai Ambon memberikan dukungan penuh dalam kelancaran proses ekspor perdana tuna Yellowfin ini. Dukungan pelayanan kepabeanan yang diberikan memastikan bahwa seluruh prosedur berjalan lancar dan efisien, memfasilitasi pengiriman produk berkualitas tinggi ke pasar internasional. Peran aktif Bea Cukai Ambon sangat vital dalam mendukung pertumbuhan sektor ekspor Maluku.
Diversifikasi pasar ekspor merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi Maluku. Dengan fokus pada komoditas unggulan perikanan, Maluku berupaya memaksimalkan potensi sumber daya alamnya. Keberhasilan ekspor tuna Yellowfin ke Thailand ini adalah bukti nyata dari strategi tersebut yang mulai membuahkan hasil.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, nilai ekspor Maluku selama triwulan I 2026 mencapai angka 10,79 juta dolar AS. Seluruh nilai ekspor ini berasal dari komoditas nonmigas, menunjukkan kekuatan sektor nonmigas Maluku. Tiongkok masih mendominasi sebagai negara tujuan utama ekspor Maluku selama Januari-Maret 2026, diikuti oleh Hongkong, dengan komoditas ikan dan udang sebagai penopang utama ekspor daerah.
Sumber: AntaraNews