PTPN PalmCo Pastikan Harga Minyakita Stabil Jelang Idul Fitri
PTPN PalmCo berkomitmen menjaga harga Minyakita tetap sesuai HET di tingkat distributor. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga menjelang Idul Fitri.
Subholding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), PTPN IV PalmCo, mengambil langkah strategis. Mereka memastikan harga minyak goreng rakyat Minyakita tetap stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Upaya ini dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran tanpa terbebani lonjakan harga minyak goreng.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan komitmen ini. Ia menyatakan bahwa anak usaha perusahaan, PT Industri Nabati Lestari (INL), menjual Minyakita kepada distributor dengan harga sekitar Rp13.439 per liter.
Komitmen Stabilitas Harga Minyakita
PTPN IV PalmCo menargetkan harga jual Minyakita kepada distributor sekitar Rp13.439 per liter. Harga ini ditetapkan secara business to business (B2B) untuk mitra distributor, bukan harga langsung untuk konsumen akhir di pasar.
Pemberian margin kepada distributor diharapkan dapat menjaga harga minyak goreng. Tujuannya adalah agar harga tetap sesuai HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter saat sampai ke tangan masyarakat.
Jatmiko K. Santosa menekankan tanggung jawab BUMN dalam industri perkebunan sawit. Tanggung jawab ini meliputi memastikan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga minyak goreng selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Langkah PTPN PalmCo ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat di pasar.
Tindak Lanjut Arahan Pemerintah dan Produksi Minyakita
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyoroti anomali harga minyak goreng. Ia menemukan Minyakita dijual di atas HET saat inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran Jakarta.
Amran menegaskan bahwa minyak goreng rakyat tidak boleh mahal. Hal ini mengingat Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia.
PTPN PalmCo juga meningkatkan kapasitas produksi untuk memastikan pasokan minyak goreng. Ketersediaan ini penting selama puncak konsumsi Ramadhan hingga Lebaran.
Produksi Crude Palm Oil (CPO) perusahaan ditargetkan meningkat lebih dari 10,5 persen menjadi sekitar 225.940 ton pada April 2026. Sementara itu, produksi minyak goreng ritel oleh INL dipacu menjadi sekitar 4,2 juta liter pada Maret dan ditargetkan naik menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April.
Fokus Penuh pada Ketersediaan Minyakita
Jatmiko menjelaskan bahwa seluruh kapasitas produksi pabrik saat ini difokuskan penuh untuk Minyakita. Bahkan, produksi beberapa merek komersial internal ditunda sementara demi memenuhi kebutuhan pasar.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan minyak goreng rakyat di pasar. Ini juga memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor CPO Indonesia dan produk turunannya mencapai sekitar 24,42 miliar dolar AS sepanjang Januari–Desember 2025. Angka ini meningkat 21,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Komitmen PTPN PalmCo ini sejalan dengan upaya pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang meningkat, terutama menjelang hari raya.
Sumber: AntaraNews