Prosesor Kopi Blitar Raih Juara Nasional, Angkat Kualitas Kopi Lokal
Ahrian Festyananda, seorang prosesor kopi Blitar, berhasil meraih juara kedua kategori Robusta di ajang Indonesia Green Coffee Competition 2026, membawa harum nama daerah dan bertekad meningkatkan kualitas kopi Blitar.
Ahrian Festyananda, pelaku sekaligus prosesor kopi asal Kota Blitar, Jawa Timur, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara kedua kategori Robusta dalam ajang Indonesia Green Coffee Competition 2026. Kompetisi bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian WE Kopi Kolaborasi Season 6 yang digelar secara daring.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Blitar, mengingat kopi Robusta Selorejo yang diikutsertakan Ahrian dinilai memiliki karakter rasa yang bersih, seimbang, dan konsisten. Ahrian sendiri memperoleh skor impresif 82,80 melalui kopi Robusta Selorejo yang diproses dengan metode honey anaerobic.
Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama Ahrian, tetapi juga menjadi motivasi besar untuk terus mengembangkan kualitas kopi daerah. Ahrian menyatakan bahwa penghargaan ini adalah pijakan penting untuk membangun kualitas kopi Blitar bersama para petani, agar kopi Blitar semakin berdaya saing di kancah nasional.
Prestasi Gemilang Kopi Robusta Blitar
Kemenangan Ahrian Festyananda di Indonesia Green Coffee Competition 2026 menandai pengakuan terhadap kualitas kopi Robusta dari Blitar. Ajang ini merupakan seleksi kualitas green bean berskala nasional yang menerapkan standar penilaian ketat dari Specialty Coffee Association (SCA).
Kopi Robusta Selorejo yang dibawakan Ahrian berhasil memukau juri dengan skor 82,80, menunjukkan potensi besar kopi Blitar di pasar nasional. Metode pengolahan honey anaerobic yang digunakan turut berkontribusi pada profil rasa yang unik dan berkualitas tinggi.
Dari ratusan pendaftar, hanya 73 peserta yang lolos ke tahap penjurian akhir, menjadikan pencapaian Ahrian semakin istimewa. Kopi Robusta Blitar mampu bersaing ketat dengan kopi dari daerah penghasil lainnya, membuktikan bahwa kualitasnya tidak kalah saing.
Proses Penjurian Ketat dan Bertaraf Internasional
WE Kopi Kolaborasi Season 6 menerapkan proses penjurian yang komprehensif dan transparan, meskipun dilaksanakan secara daring. Peserta dari berbagai daerah mengirimkan sampel green bean kepada panitia dan tim juri yang berlokasi di Alam Sutra, Tangerang Selatan, Banten.
Tahapan penilaian meliputi seleksi administrasi, roasting terstandar, dan cupping secara blind sample, memastikan objektivitas dalam setiap evaluasi. Seluruh rangkaian penjurian, termasuk pengumuman pemenang, dilakukan secara daring, memungkinkan peserta memantau dari daerah masing-masing.
Panel juri yang terlibat dalam kompetisi ini terdiri dari para ahli nasional dan internasional dari berbagai negara di Asia. Kehadiran juri internasional menegaskan standar global yang diterapkan dalam penilaian, sekaligus memberikan validasi atas kualitas kopi yang memenangkan penghargaan.
Dampak Positif bagi Petani dan Pemasaran Kopi Blitar
Selain sebagai pelaku usaha, Ahrian Festyananda juga aktif dalam mendampingi petani kopi di Blitar. Pendampingan ini berawal dari interaksi dengan kelompok petani yang mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Sebagai pelatih dan asesor, Ahrian secara berkelanjutan memberikan bimbingan pascapanen, peningkatan mutu, serta penguatan pemahaman teknis pengolahan kopi. Upaya ini bertujuan agar hasil pertanian kopi petani mampu menghasilkan biji kopi dengan kualitas unggul dan berdaya saing tinggi.
Capaian pada ajang nasional ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kopi daerah secara berkelanjutan dan memperluas akses pasar kopi lokal. Ahrian berharap, prestasi ini dapat membuka jalan bagi kopi Blitar untuk dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional.
Sumber: AntaraNews