Pemkab Kuningan Perkuat Kualitas Kopi untuk Dorong Kopi Kuningan Ekspor Global

Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya meningkatkan kualitas dan tata kelola kopi lokal guna memperbesar peluang Kopi Kuningan Ekspor ke pasar global, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Kuningan Perkuat Kualitas Kopi untuk Dorong Kopi Kuningan Ekspor Global
Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya meningkatkan kualitas dan tata kelola kopi lokal guna memperbesar peluang Kopi Kuningan Ekspor ke pasar global, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, secara aktif membantu pengembangan komoditas kopi hasil panen petani di wilayahnya. Upaya ini difokuskan pada penguatan kualitas, perbaikan tata kelola, serta peningkatan kesiapan pasar agar kopi lokal mampu diekspor dalam jumlah yang lebih besar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa pengembangan kopi dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir. Fokus utama dari program ini adalah peningkatan mutu dan kapasitas petani, yang dianggap krusial untuk keberhasilan ekspor.

Dukungan dari pemerintah daerah telah menunjukkan hasil positif, dengan tren produksi kopi di Kuningan yang mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk jenis robusta. Meskipun demikian, tantangan di sektor hilir, khususnya terkait standardisasi mutu, masih menjadi perhatian utama.

Wahyu Hidayah menegaskan bahwa penguatan kualitas, tata kelola, serta kemampuan petani menjadi kunci utama agar peluang pasar global dapat dimanfaatkan secara optimal. Peningkatan ini mencakup seluruh aspek, mulai dari budidaya hingga pascapanen.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Diskatan Kuningan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pelatihan serta bimbingan teknis mengenai metode pertanian berkelanjutan di tingkat petani kopi, memastikan praktik terbaik diterapkan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu petani memahami dan menerapkan standar kualitas yang dibutuhkan pasar internasional. Dengan demikian, kopi dari Kuningan diharapkan semakin dikenal kualitasnya di kancah global.

Berkat dukungan pemerintah daerah, produksi kopi robusta di Kuningan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan bahwa produksi robusta mencapai 1.173,39 ton pada tahun 2025, naik dari 726,03 ton pada tahun 2024. Sementara itu, produksi kopi arabika relatif stabil dengan produktivitas sekitar 900 kilogram per hektare.

Meskipun komoditas kopi dari Kuningan sudah berhasil diekspor ke luar negeri, Wahyu mengakui bahwa jumlahnya belum begitu banyak. Hal ini mengindikasikan adanya potensi besar yang belum sepenuhnya tergali dalam pasar ekspor.

Tantangan terbesar masih berada pada sektor hilir, khususnya terkait standardisasi mutu dan pengolahan pascapanen. Aspek-aspek ini menjadi penentu utama daya saing kopi Kuningan di pasar internasional, sehingga menjadi fokus Diskatan saat ini.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menuturkan bahwa sejumlah lahan perkebunan kopi di daerahnya, seperti di Desa Karangsari, sudah memasuki waktu panen. Ini menunjukkan kesiapan produksi yang memadai dari para petani.

Bupati Dian Rachmat Yanuar juga menyoroti bahwa kopi saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas mentah. Sebaliknya, kopi telah berevolusi menjadi produk bernilai tambah yang mengedepankan kualitas, cerita, dan pengalaman unik bagi konsumen.

Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan nilai tambah harus menjadi fokus utama. Tujuannya adalah agar Kopi Kuningan tidak berhenti pada tahap bahan baku, melainkan dapat berkembang menjadi produk olahan bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi