Undana Kupang Susun Strategi Komprehensif Atasi Kemiskinan Ekstrem di Sumba Tengah

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menerjunkan tim riset untuk memetakan strategi komprehensif dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Sumba Tengah, fokus pada pendekatan ilmiah dan pengabdian masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Undana Kupang Susun Strategi Komprehensif Atasi Kemiskinan Ekstrem di Sumba Tengah
Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menerjunkan tim riset untuk memetakan strategi komprehensif dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Sumba Tengah, fokus pada pendekatan ilmiah dan pengabdian masyarakat. (AntaraNews)

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah menerjunkan tim riset ke Kabupaten Sumba Tengah. Tim ini bertugas memetakan strategi penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah ilmiah berbasis data serta pengabdian masyarakat, guna memastikan intervensi yang tepat sasaran.

Ketua Riset Berdampak Sumba Tengah dari Undana, Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, mengonfirmasi bahwa audiensi telah dilakukan dengan Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan program akademik Undana dengan kebijakan pengentasan kemiskinan daerah.

Kunjungan tim riset Undana ini merupakan bagian dari survei identifikasi masalah yang akan menjadi basis data penting. Data ini akan digunakan oleh para dosen Undana dalam menjalankan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

Fokus Program Intervensi dan Anggaran Undana

Undana telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk mendukung berbagai program intervensi di Sumba Tengah. Dana ini diharapkan mampu memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat setempat. Program-program ini dirancang untuk mengatasi tantangan kemiskinan ekstrem secara multidimensional.

Tim Undana juga menelaah program “Rumah Mandiri” yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah. Program ini menjadi salah satu model penanganan kemiskinan yang berhasil di Nusa Tenggara Timur. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi dan disempurnakan melalui kolaborasi.

Program “Rumah Mandiri” telah berhasil menuntaskan tujuh dari 14 indikator kemiskinan yang ada. Indikator tersebut meliputi penyediaan hunian layak dengan standar atap, lantai, dan dinding yang memadai. Selain itu, program ini juga memastikan akses sanitasi dan air bersih bagi kelompok rentan seperti janda dan anak yatim.

Sumba Tengah menghadapi tantangan sebagai daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dengan indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih rendah. Kehadiran tim riset Undana diharapkan dapat menyempurnakan indikator yang belum tuntas melalui pendekatan multidimensi.

Pemberdayaan Ekonomi dan Peningkatan Gizi Masyarakat

Selain sektor perumahan, tim riset Undana juga menyoroti program “PK POM Model”. Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis aset ternak dan hortikultura. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga Sumba Tengah.

Program “PK POM Model” dibiayai melalui dana bela rasa dan menyasar berbagai indikator kemiskinan lainnya. Indikator tersebut mencakup pemenuhan gizi, layanan kesehatan bagi balita stunting, serta penyediaan beasiswa bagi generasi muda. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam mengatasi kemiskinan.

Prof. Febri menyatakan bahwa Undana akan melakukan evaluasi berkala terhadap program-program tersebut. Evaluasi ini penting agar intervensi yang dilakukan tetap tepat sasaran dan memberikan hasil optimal. Hasil evaluasi akan diintegrasikan dalam sistem informasi untuk program pengentasan kemiskinan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pengembangan Sektor Perkebunan dan Kolaborasi Berkelanjutan

Diskusi tim riset Undana dengan pemerintah daerah juga membahas pengembangan sektor perkebunan melalui program “PK POM Plus”. Program ini mendorong penanaman satu juta pohon kopi robusta di wilayah Sumba Tengah. Kopi diharapkan menjadi komoditas unggulan jangka panjang.

Pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 200 ribu bibit kopi beserta tanaman pelindung. Bibit ini direncanakan akan ditanam pada bulan November mendatang. Bupati Paulus optimistis bahwa kopi dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat Sumba Tengah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Sumba Tengah menargetkan penuntasan seluruh 14 indikator kemiskinan secara bertahap. Upaya ini juga bertujuan untuk memperkuat model pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi