Profil Tanri Abeng, Mantan Menteri BUMN Era Soeharto dan BJ Habibie
Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Simprug Golf,, Kebayoran Baru.
Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Simprug Golf,, Kebayoran Baru.
Profil Tanri Abeng, Mantan Menteri BUMN Era Soeharto dan BJ Habibie
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Tanri Abeng meninggal dunia pada Minggu (23/6) dini hari. Mantan Sekretaris BUMN Said Didu mengonfirmasi kabar ini.
“Meninggal dunia tadi malam sekitar pukul dua, di Rumah Sakit Medistra,” kata Said saat dihubungi ANTARA
Said mengatakan, jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Simprug Golf, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu.
Tanri Abeng dilahirkan di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan. pada usia 10 tahun, orang tuanya meninggal sehingga ia tinggal di Makassar bersama kerabatnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan SLA di Makassar, ia mendapat kesempatan untuk ikut dalam program American Field Service Exchange Program.
Selanjutnya Tanri pulang kembali ke Makassar dan melanjutkan sekolahnya di Universitas hasanudin sampai di semester 5.
Kemudian ia menyelesaikan pendidikannya di Graduate School of Business Administration di Universitas New York, Amerika Serikat.
Setelah beberapa kali sempat bekerja di perusahaan internasional seperti di PT Union - Carbide Indonesia, Agrocarb Indonesia, dan Karmi Arafura Fisheries, karir Tanri Abeng mencapai puncaknya saat ia bergabung untuk bekerja di Bakrie & Brothers, perusahaan milik Aburizal Bakrie.
Di perusahaan tersebut, ia meluncurkan beberapa kebijakan bisnis strategis seperti merestrukturisasi perusahaan dengan memfokuskan perusahaan pada tiga industri utama yaitu telekomunikasi, dukungan infrastruktur, dan perkebunan, serta investasi dan aliansi strategis di bidang pertambangan, petrokimia, dan konstruksi.
Hal itu membuat kinerja Bakrie & Brothers membaik dengan penjualan tahunan sebesar USD50 juta dan penjualan tahunan sebesar USD700 juta.
Selanjutnya pada tahun 1998 ia ditunjuk oleh Presiden Soeharto sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN dan dilanjutkan dengan jabatan yang sama di Kabinet Reformasi Pembangunan pimpinan Presiden Habibie.
Setelah lebih dari empat dekade berkecimpung dalam dunia bisnis dan pemerintahan, di tahun 2011 Tanri Abeng mendirikan Universitas Tanri Abeng yang berlokasi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Terakhir, ia menjabat sebagai CEO OSO Group, menggantikan Oesman Sapta Odang. OSO Group bergerak di bidang pertambangan. perkebunan, transportasi, properti, dan hotel.