Profesi Akuntan Janjikan Potensi Jenjang Karier tapi Tak Banyak Dilirik Anak Muda, Ada Apa?
Salah satu pendiri GIAR, Gunawan Wibisono mengungkapkan bahwa sudah saatnya ada terobosan untuk mengedukasi Gen-Z tentang potensi profesi ini.
Minat generasi muda terhadap profesi akuntan, terutama di daerah tercatat masih sangat rendah. Salah satu penyebabnya yaitu banyaknya profesi akuntan publik yang tidak diketahui di daerah, dan ini menjadi tantangan serius bagi regenerasi industri.
"Peran akuntan dan auditor kini semakin meluas, tidak hanya sebatas laporan keuangan, tetapi juga menjadi garda depan dalam memastikan keberlanjutan. Profesi ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjembatani tujuan bisnis dengan nilai-nilai keberlanjutan,” ujar Ketua Umum IAPI, Tarkosunaryo dikutip di Jakarta, Selasa (30/9).
Melihat fakta ini, Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) baru saja menggelar International Conference bertajuk 'Enhancing the Roles of Accountants in Sustainability Reporting and Assurance: Bridging Experience and Standards for the Future'.
Di sela konferensi internasional IAPI-ISCA yang menguatkan peran akuntan dalam keberlanjutan. GIAR, sebagai Kantor Akuntan Publik menyoroti isu internal yang tak kalah penting yakni rendahnya minat generasi mudah daerah terhadap profesi tersebut.
"Dengan semangat kolaborasi, IAPI dan ISCA percaya bahwa profesi akuntan akan semakin berperan penting dalam membangun ekosistem bisnis yang transparan, berintegritas, dan berkelanjutan,” tutur Tarko yang juga merupakan Anggota Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menyikapi urgensi ini, salah satu pendiri GIAR, Gunawan Wibisono mengungkapkan bahwa sudah saatnya ada terobosan untuk mengedukasi Gen-Z tentang potensi profesi ini.
"Faktanya, profesi akuntan publik menawarkan jenjang karier dan pendapatan yang memiliki potensi cukup besar untuk diraih. Namun, informasi ini belum sampai secara merata ke kalangan anak muda, terutama di daerah," kata Gunawan.
Perlu Komunikasi Modern dan Relevan
Menurutnya, untuk menjawab persoalan ini, diperlukan strategi komunikasi yang modern dan relevan.
"Bisa di mulai dari perguruan tinggi atau kampus yang mengenalkan profesi akuntan publik kepada mahasiswanya untuk mendorong minat para anak muda atau gen-Z," tambah Gunawan yang merupakan dosen di salah satu Universitas Semarang.
Dengan adanya publikasi yang masif dan edukasi melalui influencer diharapkan menjadi kunci untuk mengubah persepsi dan menarik minat Gen-Z.
Dengan pendekatan yang tepat, profesi akuntan publik bisa menjadi pilihan karier yang menjanjikan, menarik bakat-bakat terbaik, dan memastikan keberlangsungan industri di masa depan.
GIAR percaya bahwa langkah ini adalah investasi krusial bagi keberlanjutan profesi dan ekosistem bisnis di seluruh Indonesia, mulai dari pusat kota hingga ke daerah.