Prabowo Undang Investor Global ke Bali Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia akan menyelenggarakan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 berkolaborasi dengan investor asal AS, Ray Dalio.
Dalam acara World Economic Forum di Davis, Swiss kemarin Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah investor internasional untuk hadir di Bali pada Juni 2026. Acara itu rencananya merupakan bagian dari Ocean Impact Summit (OIS) yang diselenggarakan bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF).
"Saya berharap dapat bertemu dengan kebanyakan dari Anda di ruang ini di Bali pada Juni (2026), saat kita menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit pertama bersama dengan World Economic Forum," ungkap Prabowo.
Prabowo menambahkan, Indonesia akan menggelar OIS 2026 bersama dengan investor ternama asal Amerika Serikat, Ray Dalio, melalui inisiatif eksplorasi laut nirlaba yang dikenal sebagai Ocean X.
Dalam forum WEF di Davos, Prabowo juga menegaskan keyakinannya bahwa kerja sama perdagangan yang adil tidak akan mengancam kedaulatan negara. Oleh karena itu, ia mengajak semua negara yang hadir di WEF untuk menjalin kerja sama perdagangan dengan Indonesia.
"Kami meyakini integrasi perdagangan, jika dilakukan secara adil, bukanlah ancaman terhadap kedaulatan," jelasnya.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia sangat menjunjung tinggi kerja sama yang saling menguntungkan. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak takut terhadap integrasi ekonomi, dan menyelesaikan perjanjian perdagangan bukan semata-mata karena mengikuti tren, melainkan karena memang dibutuhkan.
"Kami percaya pada konsep perdagangan yang saling menguntungkan (win-win)," tuturnya. Prabowo memberikan contoh penandatanganan kerja sama dengan Eropa, Kanada, Peru, dan Eurasia. Kerja sama ini dibangun melalui model Perjanjian Perdagangan Bebas dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif.
"Saya juga baru saja mengunjungi Inggris untuk menandatangani Kemitraan Strategis Baru," ucapnya. Semua langkah ini, menurut Prabowo, merupakan bagian dari strategi pemerintahannya untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi hambatan, dan membuka peluang bagi pertumbuhan sektor swasta. Ia menegaskan bahwa perdagangan adalah alat yang penting untuk mencapai kemakmuran.
Prabowo Perkenalkan Danantara sebagai Kekuatan Masa Depan Indonesia di WEF Davos
Pada kesempatan yang berharga, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, atau yang lebih dikenal dengan Danantara, kepada dunia internasional dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss pada hari Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam kesempatan ini, Prabowo menjelaskan tujuan pendirian Danantara yang dimulai pada Februari 2025, yang mana hal ini sangat penting mengingat pertumbuhan ekonomi memerlukan pengelolaan negara yang baik serta investasi modal yang memadai, terutama dalam hal alokasi dan realisasi modal yang efisien.
Prabowo mengungkapkan, "Danantara berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia. Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengelola sumber daya keuangannya secara profesional.
Ia menambahkan, "Dengan Danantara, saya bisa berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia saat ini bukan hanya negara dengan kedamaian dan stabilitas, tak hanya negara dengan peluang besar," tegasnya.
Solusi Mendanai Industri Masa Depan
Bersama Danantara, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia kini memiliki kemampuan untuk berinvestasi dengan negara luar. Danantara dianggap sebagai solusi untuk mendanai industri masa depan yang akan dikembangkan oleh Indonesia.
Prabowo menjelaskan, "Itulah mengapa kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan. Kami berupaya menemukan kepala eksekutif terbaik untuk memimpinnya, baik warga negara Indonesia maupun asing." Menurutnya, hal ini adalah bagian dari cara Indonesia menjalankan program-programnya saat ini.
“Inilah sebenarnya bagaimana kita sekarang menjalankan Indonesia. Mulai dari program-program sosial kita, hingga upaya kita untuk memanfaatkan sumber daya alam kita secara maksimal, hingga upaya kita untuk mencapai swasembada pangan dan energi. Semuanya kini disertai dengan pengawasan yang ketat, dan para pemimpin yang cakap,” tuturnya.