Polres Pasaman Barat Fasilitasi Penjualan Jagung Petani, Pastikan Harga Standar Nasional
Polres Pasaman Barat aktif memfasilitasi penjualan jagung hasil panen petani binaan ke Bulog, memastikan harga standar nasional demi kesejahteraan dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian lokal. Mereka menggelar panen jagung serentak kuartal pertama di lahan pertanian Bandarejo, Nagari Lingkungan Aua, Kecamatan Pasaman, pada Kamis, 10 Januari 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menandai keberhasilan panen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Polres untuk memfasilitasi petani binaan. Tujuannya adalah memastikan hasil panen jagung dapat dijual ke Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan harga yang sesuai standar nasional.
Langkah strategis ini diambil untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani jagung. Polres Pasaman Barat terus berupaya memberikan pendampingan komprehensif.
Upaya Polres Pasaman Barat dalam Ketahanan Pangan
Panen raya serentak yang dilaksanakan di lahan seluas dua hektare ini merupakan bagian dari inisiatif Polres Pasaman Barat dalam menjaga ketahanan pangan. Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk kesejahteraan petani.
Sejak awal tahun 2026, Polres Pasaman Barat telah aktif melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para petani jagung. Program ini mencakup pengelolaan lahan seluas sekitar 205 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Pasaman Barat.
Tingginya harga jual jagung dan didukung oleh potensi tanah yang subur telah mendorong peningkatan luas tanam di kalangan petani. Situasi ini berdampak positif pada peningkatan nilai ekonomi masyarakat setempat.
Polres Pasaman Barat berkolaborasi erat dengan petani dan kelompok tani, memberikan pendampingan menyeluruh. Pendampingan ini dimulai dari proses tanam hingga penjualan hasil panen, memastikan setiap tahapan berjalan lancar.
Memastikan Harga Jagung yang Menguntungkan Petani
Salah satu fokus utama Polres Pasaman Barat adalah memfasilitasi penjualan hasil jagung petani binaan ke Bulog. Tujuan utamanya adalah agar petani mendapatkan harga yang sesuai dengan standar nasional.
AKBP Agung Tribawanto mengakui bahwa informasi mengenai harga jual jagung cenderung fluktuatif. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah.
Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan secara umum harga jagung tetap standar dan tidak berada di bawah standar nasional. Komitmen ini penting untuk melindungi pendapatan petani.
Polres juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan produktif, termasuk melalui sistem tumpang sari. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomis yang lebih tinggi, khususnya dari sektor tanaman jagung.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Peningkatan Produksi Jagung
Asisten Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Pasaman Barat, Endang Rirpinta, menyampaikan target produksi jagung yang ambisius untuk tahun 2026. Daerah ini menargetkan produksi mencapai angka 193.092 ton.
Gerakan peningkatan produksi ini diawali dengan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026 di Bandarejo. Panen perdana ini dilakukan di atas lahan seluas dua hektare, menandai dimulainya upaya besar tersebut.
Menyikapi tingginya partisipasi dan peningkatan produksi jagung di Pasaman Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat berkomitmen untuk terus berkolaborasi. Kolaborasi ini mencakup penyediaan gudang pengolahan hingga penampungan hasil panen jagung.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus memastikan harga jual jagung tetap tinggi. Ini penting meskipun terjadi peningkatan produksi setiap tahunnya, demi menjaga kesejahteraan petani.
Sumber: AntaraNews