Poin-Poin Penting IHSG Terjun Bebas Hingga Dihentikan Sementara
Penurunan IHSG pada Selasa 18 Maret 2025 merupakan tren paling signifikan.
Pada Selasa, 18 Maret 2025, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara pada pukul 11:19:31 WIB setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun drastis hingga 5%. Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah kepanikan lebih lanjut di pasar saham.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa penurunan IHSG yang hampir 4,9% dari level 6.600 menjadi 6.154 merupakan penurunan yang signifikan dalam waktu singkat.
"Penurunan ini cukup luar biasa," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (18/3).
Ibrahim menyebutkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kejatuhan IHSG adalah ketidakpastian ekonomi global, terutama kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang semakin proteksionis setelah pemilihan kembali Donald Trump sebagai Presiden. Kebijakan tarif impor tinggi terhadap negara mitra dagang seperti Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko menyebabkan kekhawatiran di pasar global, yang berujung pada penarikan dana oleh investor dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain itu, Ibrahim mengungkapkan bahwa arus modal asing di pasar modal Indonesia telah menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan kekhawatiran investor mengenai kemungkinan resesi dan ketidakstabilan ekonomi global.
Pengaruh Sentimen Dalam Negeri
Di dalam negeri, defisit anggaran yang baru diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menambah ketidakpastian, dengan potensi pelebaran defisit yang bisa berpengaruh buruk pada perekonomian nasional.
"Jika tidak ditangani dengan tepat, defisit ini bisa terus melebar hingga akhir tahun," kata Ibrahim.
Fluktuasi nilai tukar rupiah juga turut memperburuk situasi. Dengan semakin memanasnya perang dagang global, nilai tukar rupiah melemah, yang menurut beberapa analis dapat mencapai Rp16.900 per USD pada akhir tahun. Pelemahan rupiah ini memberikan tekanan lebih lanjut terhadap IHSG.
Selain faktor ekonomi, sentimen negatif juga datang dari pasar global. Saham-saham teknologi di Amerika dan Eropa mengalami penurunan tajam, mempengaruhi indeks saham di seluruh dunia, termasuk Asia. Gejolak geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel dan Hamas, juga menambah ketegangan, memperburuk ketidakpastian global.
Ibrahim menegaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham adalah langkah yang wajar mengingat penurunan lebih dari 5% pada IHSG. Keputusan ini diambil oleh BEI sebagai regulator untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor dari potensi kerugian lebih lanjut.
"Ini adalah hak BEI untuk menghentikan perdagangan dalam situasi seperti ini," tutup Ibrahim.