PNM Tanam 22 Ribu Mangrove untuk Tekan Polusi
Melalui penanaman 22.000 pohon mangrove di 3 kota yaitu Makassar, Banjarmasin dan Mataram, PNM berusaha memberi inspirasi untuk membantu kondisi lingkungan.
Melalui penanaman 22.000 pohon mangrove di 3 kota yaitu Makassar,
Banjarmasin dan Mataram, PNM berusaha memberi inspirasi untuk membantu kondisi
lingkungan yang lebih baik.
PNM Tanam 22 Ribu Mangrove untuk Tekan Polusi
Kemerdekaan Indonesia ke-78 dirayakan meriah masyarakat Indonesia. Namun, hal
berbeda dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang bukan hanya menjadikan
momentum HUT RI sebagai perayaan tetapi membangun makna untuk peduli dengan
permasalahan sekitar. Melalui penanaman 22.000 pohon mangrove di 3 kota yaitu Makassar,
Banjarmasin dan Mataram, PNM berusaha memberi inspirasi untuk membantu kondisi
lingkungan yang lebih baik.
Pemilihan tiga kota tersebut juga bukan tanpa alasan, melainkan karena jumlah nasabah PNM
Mekaar yang cukup besar. Lokasi penanaman pohon mangrove tepatnya dilakukan di pesisir
Pantai Cemare Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, Pesisir
Pantai Untia Makassar dan Desa Sungai Bakau Kelurahan Kurau Kabupaten Tanah Laut
Kalimantan Selatan.
Saat ini di Makassar sendiri jumlahnya sebesar 4.800 nasabah dengan
outstanding mencapai Rp15,7 miliar. “Sedangkan di NTB PNM telah membina 27.696 nasabah
PNM Mekaar secara berkelompok,” papar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi.
Salah satu permasalahan lingkungan yang kerap terjadi adalah minimnya penghijauan, abrasi,
polusi hingga risiko bencana di pesisir. Arief meyakini bahwa sekecil apapun kontribusi manusia
kepada lingkungan tentu akan memberi manfaat bagi kehidupan. “Mangrove ini luar biasa
manfaatnya, selain dari aspek lingkungan juga memberi manfaat lain bagi manusia. Apalagi saat
ini kualitas udara memburuk akibat polusi. Ini jadi ikhtiar kami memberikan multiple effect
untuk lingkungan, ekonomi juga kesehatan,” papar Arief.
Arief berharap kegiatan penghijauan ini bisa berkontribusi untuk penyediaan oksigen dan
kualitas udara yang lebih baik serta membantu menstabilkan ekosistem pesisir sekaligus
memberi tambahan bagi ekonomi masyarakat sekitar.
“Mayoritas mata pencaharian warga
pesisir adalah nelayan, harapannya dalam kondisi surut hewan laut yang berlindung di akar
mangrove bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi maupun dijual,” tutupnya.
Penanaman mangrove tentu membutuhkan perhatian dari berbagai pihak untuk menjaga
pertumbuhannya dengan baik agar bisa dinikmati oleh generasi masa depan. Selain itu,
pemanfaatan dari pohon mangrove sendiri harus digunakan secara bijak agar tidak merusak
ekosistem pohon mangrove.