Perum Bulog Gulirkan Program TJSL Bulog Malang untuk Perkuat Distribusi Pangan dan UMK
Perum Bulog menyalurkan Program TJSL Bulog Malang berupa modal awal pendirian Rumah Pangan Kita (RPK) kepada 30 pelaku UMK di Malang, Jawa Timur, untuk memperkuat jaringan distribusi pangan dan mendorong pertumbuhan usaha.
Perum Bulog secara aktif menyalurkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di wilayah Malang, Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pendirian Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai upaya penguatan jaringan distribusi pangan di tingkat hilir. Sebanyak 30 pelaku UMK di Kota Malang dan Kabupaten Malang menjadi penerima manfaat dari program strategis ini.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian integral dari tanggung jawab sosial perusahaan. Penyaluran program ini juga berdasarkan rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UMKM setempat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses pangan berkualitas bagi masyarakat luas.
Setiap pelaku usaha menerima bantuan modal awal sebesar Rp5 juta, yang dikemas dalam bentuk komoditas pangan Bulog dan perlengkapan pendukung. Bantuan tersebut juga mencakup rak display, spanduk RPK untuk promosi, serta identitas resmi Bulog. Dukungan ini dirancang untuk mempermudah UMK dalam memulai dan mengembangkan usaha RPK mereka.
Penguatan Jaringan Distribusi Pangan Nasional
Sudarsono Hardjosoekarto menegaskan bahwa Program TJSL ini merupakan langkah konkret Bulog dalam memperkuat jaringan distribusi pangan hingga ke tingkat hilir. Dengan adanya RPK, diharapkan pasokan pangan dari Bulog dapat menjangkau masyarakat dengan lebih efisien. Ini juga sejalan dengan komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Secara nasional, jumlah RPK yang telah berdiri dan beroperasi aktif telah mencapai 26 ribu unit per awal tahun 2026. Angka ini menunjukkan skala jangkauan program yang signifikan dalam mendukung ketahanan pangan. Bulog membuka peluang bagi siapa saja untuk bekerja sama, baik yang mandiri maupun yang menerima bantuan.
Penerima manfaat Program TJSL ini diharapkan dapat terus mengembangkan unit usahanya hingga mencapai skala yang lebih besar. Peran pemerintah daerah juga sangat penting dalam memberikan pendampingan berkelanjutan. Pendampingan ini krusial untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan RPK di masa mendatang.
Peran Strategis RPK dalam Mendukung Program Pemerintah
Pengembangan RPK yang pesat berpotensi besar untuk mendukung berbagai program pemerintah pusat, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. RPK dapat berperan sebagai pemasok bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sinergi ini akan menciptakan ekosistem pangan yang lebih terintegrasi.
Fleksibilitas RPK sebagai distributor memungkinkan mereka untuk menyediakan berbagai komoditas yang dibutuhkan oleh program pemerintah. Misalnya, jika SPPG setempat membutuhkan minyak, RPK yang memiliki pasokan memadai dapat langsung menjadi pemasok. Hal ini menunjukkan potensi besar RPK dalam mendukung program-program kesejahteraan sosial.
Sudarsono juga menyoroti pentingnya sinergi dengan entitas lain, seperti Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, dalam mendukung program ini. Kolaborasi antarpihak diharapkan dapat memaksimalkan dampak positif RPK terhadap ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Pendekatan terpadu ini akan memperkuat ekosistem pangan nasional secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews