Pemprov Maluku Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Hingga Lebaran 2026
Pemerintah Provinsi Maluku memastikan ketersediaan stok bahan pokok Maluku aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026, dengan sejumlah komoditas strategis surplus.
Pemerintah Provinsi Maluku memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok bahan pokok Maluku akan tetap aman hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Kepastian ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat terkait kebutuhan pangan selama periode penting tersebut. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku, Faradilla Attamimi, di Ambon, pada Ahad, menyatakan bahwa total ketersediaan sejumlah komoditas strategis berada di atas kebutuhan. Hal ini mencakup periode Ramadhan hingga Lebaran, menunjukkan perencanaan yang matang. Perhitungan ini mempertimbangkan peningkatan konsumsi selama bulan suci dan hari raya.
“Berdasarkan perhitungan kebutuhan bulan Ramadhan 1447 H dan ketersediaan yang ada, stok bahan pokok dalam kondisi aman dan surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Lebaran 2026,” ujar Faradilla Attamimi. Pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai kondisi pasokan. Ini juga menyoroti surplus yang signifikan pada beberapa komoditas utama.
Ketersediaan Beras dan Jagung yang Melimpah untuk Stok Bahan Pokok Maluku
Ketersediaan beras di Maluku menunjukkan kondisi yang sangat aman dan jauh di atas kebutuhan masyarakat, menjadi pilar utama stok bahan pokok Maluku. Total kebutuhan beras selama Ramadhan tercatat sebesar 23.534 ton, meliputi kebutuhan rumah tangga, Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), non rumah tangga/industri, serta kebutuhan MBG. Angka ini mencerminkan proyeksi konsumsi yang komprehensif.
Sementara itu, total ketersediaan beras mencapai 67.011 ton, yang bersumber dari produksi domestik sebesar 57.551 ton dan stok awal 9.460 ton. Pasokan tambahan juga masuk dari Makassar dan Surabaya, memperkuat cadangan pangan daerah. “Artinya, beras sangat aman dan jauh di atas kebutuhan,” tegas Faradilla Attamimi.
Untuk komoditas jagung, kebutuhan yang tercatat adalah 593,51 ton. Namun, total ketersediaan jagung mencapai 796 ton, berasal dari produksi domestik 210 ton, stok 62 ton, serta rencana pasokan masuk 524 ton dari Surabaya. Data ini menunjukkan bahwa pasokan jagung juga terjaga dengan baik.
Pasokan Bawang dan Cabai Terjamin
Komoditas bawang merah juga menunjukkan kondisi stok yang aman untuk memenuhi permintaan masyarakat Maluku. Kebutuhan bawang merah diperkirakan sebesar 494 ton, sedangkan total ketersediaan mencapai 722 ton. Sumber ketersediaan ini berasal dari stok 142 ton dan rencana pasokan 580 ton dari Makassar dan Surabaya.
Demikian pula dengan bawang putih, kebutuhan sebesar 469 ton telah tercukupi dengan total ketersediaan 636 ton. Angka ini menjamin bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan bumbu dapur esensial ini. Ketersediaan yang memadai ini penting untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Untuk cabai merah, kebutuhan tercatat 341 ton, namun tersedia 444 ton yang bersumber dari stok 37 ton serta pasokan dari Namlea, Kobisonta, dan Manado. Cabai rawit, dengan kebutuhan 472 ton, juga aman dengan total ketersediaan 579 ton. Hal ini menunjukkan diversifikasi sumber pasokan yang efektif.
Protein Hewani, Gula, dan Minyak Goreng Surplus
Ketersediaan protein hewani di Maluku juga dalam kondisi yang sangat baik menjelang Lebaran 2026. Kebutuhan daging sapi sebesar 460 ton, namun tersedia 1.142 ton dari produksi domestik 1.006 ton serta stok 136 ton. Angka ini menunjukkan surplus yang signifikan, melebihi dua kali lipat dari kebutuhan.
Daging ayam, dengan kebutuhan 1.200 ton, memiliki ketersediaan 1.863 ton, memastikan pasokan yang cukup untuk konsumsi masyarakat. Telur, sebagai salah satu kebutuhan pokok, juga sangat aman dengan kebutuhan 1.196 ton dan ketersediaan mencapai 2.773 ton. Kondisi ini memberikan ketenangan bagi konsumen.
Komoditas gula pasir, dengan kebutuhan 1.500 ton, tercukupi dari total ketersediaan 2.839 ton. Sumber ketersediaan ini berasal dari stok 643 ton dan rencana pasokan masuk 2.196 ton dari Surabaya. Minyak goreng, yang dibutuhkan sebesar 1.649 ton, juga tersedia 2.801 ton dari stok 978 ton dan pasokan 1.823 ton.
Proyeksi Kebutuhan Berdasarkan Data Akurat
Perhitungan kebutuhan bahan pokok ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengacu pada data yang akurat dan relevan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku menjelaskan bahwa proyeksi ini didasarkan pada jumlah penduduk sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku tahun 2025. Pendekatan ini memastikan estimasi yang realistis.
Selain itu, perhitungan juga memperhitungkan adanya peningkatan konsumsi yang lazim terjadi selama bulan Ramadhan dan perayaan Lebaran. Faktor musiman ini menjadi pertimbangan penting dalam menentukan cadangan stok yang harus disiapkan. Antisipasi ini mencegah terjadinya lonjakan harga akibat kelangkaan.
Dengan metodologi yang cermat ini, Pemerintah Provinsi Maluku dapat memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok akan mampu menopang kebutuhan masyarakat. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Hal ini sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga Maluku.
Sumber: AntaraNews