Pemkot Jayapura Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Stabil Jelang Ramadhan 2026
Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen menjaga ketersediaan Stok Bahan Pokok Jayapura serta stabilitas harga selama bulan suci Ramadhan 2026 dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Simak upaya strategis Pemkot Jayapura.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok dan stabilitas harga selama bulan suci Ramadhan 2026. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan tenang dan nyaman. Pemantauan intensif dilakukan di berbagai pasar, baik tradisional maupun modern, untuk mendeteksi potensi gejolak harga.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan pasokan bahan pokok secara berkala. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan. Kestabilan harga dan pasokan yang memadai menjadi prioritas utama Pemkot Jayapura.
Selain pemantauan, Pemkot Jayapura juga aktif melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di pasar-pasar serta menggelar kegiatan pasar murah. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga barang dan mengendalikan laju inflasi, sekaligus memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Upaya Pemantauan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok Jayapura
Pemkot Jayapura secara proaktif melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan harga dan ketersediaan Stok Bahan Pokok Jayapura di seluruh titik distribusi. Pemantauan ini mencakup pasar tradisional yang menjadi pusat transaksi harian masyarakat, hingga toko modern dan distributor besar. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini adanya indikasi penimbunan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok di Kota Jayapura saat ini berada dalam kondisi stabil. Selain itu, ketersediaan barang juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Kondisi ini memberikan rasa aman bagi warga dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka selama periode Ramadhan.
Pihak Pemkot Jayapura juga secara tegas mengimbau para pedagang dan distributor untuk tidak menaikkan harga secara sepihak. Kenaikan harga yang tidak didasari oleh mekanisme pasar yang wajar dapat merugikan konsumen dan mengganggu stabilitas ekonomi lokal. Kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga iklim perdagangan yang sehat dan berkeadilan.
Strategi Pasar Murah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sebagai langkah konkret dalam mengendalikan inflasi dan meringankan beban masyarakat, Pemkot Jayapura berkomitmen untuk melaksanakan program pasar murah. Kegiatan pasar murah ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, untuk mendapatkan bahan pokok strategis dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Rustan Saru mengungkapkan bahwa Pemkot Jayapura telah merencanakan untuk menggelar pasar murah sebanyak 48 kali sepanjang periode Februari hingga Desember 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin, yaitu sekali dalam setiap pekan, menjangkau berbagai wilayah di Kota Jayapura. Frekuensi yang tinggi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Pasar murah diharapkan menjadi instrumen yang efektif dalam menekan gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis yang rentan mengalami fluktuasi. Dengan adanya pasar murah, pemerintah dapat melakukan intervensi langsung terhadap harga pasar, memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus terbebani oleh harga yang melambung tinggi. Inisiatif ini mencerminkan kepedulian Pemkot Jayapura terhadap kesejahteraan warganya.
Sumber: AntaraNews