Pemkab Kediri Genjot Swasembada Pangan Melalui Distribusi Alsintan Kediri
Pemerintah Kabupaten Kediri mendistribusikan puluhan alat mesin pertanian (alsintan) untuk petani, menegaskan komitmen dalam program swasembada pangan dan peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut. Distribusi Alsintan Kediri ini diharapkan dapat.
Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, telah mendistribusikan puluhan unit alat mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di wilayah setempat. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk membantu memaksimalkan produksi pertanian dan mendukung program swasembada pangan nasional.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menjelaskan bahwa alsintan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat, menunjukkan apresiasi atas kinerja Pemkab Kediri dalam sektor pertanian. Komitmen ini sejalan dengan target Presiden untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia.
Distribusi alsintan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan, serta mendorong generasi muda untuk lebih terlibat dalam dunia pertanian. Hal ini penting agar sektor pertanian tidak hanya didominasi oleh petani berusia lanjut.
Peningkatan Dukungan Alat Pertanian untuk Petani Kediri
Dalam acara tasyakuran swasembada pangan dan penyerahan alsintan, total 51 unit traktor roda empat telah disalurkan, dengan 34 unit di antaranya diserahkan pada Kamis (5/2/2026) dan sisanya 17 unit telah diserahkan pada tahun 2025. Selain itu, bantuan juga mencakup 15 unit traktor roda dua, di mana empat unit telah diserahkan pada 2025 dan sisanya pada tahun 2026.
Tidak hanya traktor, bantuan alsintan lainnya yang turut diserahkan meliputi 11 unit combine harvester, enam unit pompa air, dan 11 unit handsprayer. Bupati Hanindhito menegaskan bahwa pada tahun 2026, Pemkab Kediri masih akan menyalurkan tambahan 150 hingga 190 unit alsintan lagi sesuai kebutuhan para petani.
Selain alat berat, Pemkab Kediri juga memberikan bantuan benih padi. Setelah menyalurkan 75 ton benih untuk 3.000 hektare lahan pada tahun 2025, kini kembali diserahkan 73 ton benih untuk luasan lahan 2.922 hektare.
Strategi Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Petani
Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyoroti keberhasilan program bongkar ratun yang telah dilakukan di Kediri, mencakup sekitar 7.000 hektare lahan per tahun. Keberhasilan ini menjadi salah satu alasan pemerintah pusat memberikan apresiasi dan dukungan berupa alsintan.
Harapan utama dari distribusi alsintan ini adalah peningkatan signifikan pada produksi panen. Dengan alat yang lebih modern, proses pengolahan lahan dan panen dapat menjadi lebih efisien dan efektif.
Lebih lanjut, Bupati juga mendorong para pemuda untuk aktif terlibat dalam sektor pertanian. Ini adalah upaya untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian di masa depan dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja usia lanjut.
Jaminan Ketersediaan Pupuk dan Respons Positif Petani
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi menambahkan bahwa pemerintah juga menjamin ketersediaan pupuk bagi petani. Untuk tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi akan ada tambahan 9.000 ton dibandingkan dengan tahun 2025.
Selain itu, lahan pertanian organik di Kabupaten Kediri juga akan diperluas dengan tambahan 67 hektare pada tahun ini, dari sebelumnya 80 hektare. Dengan dukungan alsintan dan ketersediaan pupuk yang memadai, Dispertabun berharap produksi pertanian dapat maksimal dan kesejahteraan petani di tahun 2026 semakin meningkat.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Sahabat Makmur Puncu, Yudi Eko Yuwono, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima kelompoknya. Ia menjelaskan bahwa traktor sangat membantu pengolahan sawah, terutama mengingat sulitnya mencari tenaga kerja pertanian saat ini.
Sumber: AntaraNews