Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis Combine Harvester. Penyerahan ini dilakukan pada Jumat, 29 November, kepada Brigade Pangan di wilayah tersebut. Bantuan ini bertujuan utama untuk memperkuat swasembada pangan lokal dan menghentikan impor beras.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Inisiatif ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai ketahanan pangan nasional. Penyerahan alsintan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian padi di Pulang Pisau.
Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, menegaskan bahwa alsintan ini diberikan secara gratis kepada para petani. Total 34 unit Combine Harvester telah disalurkan, dengan 14 unit diserahkan pada kesempatan tersebut, melengkapi 10 unit yang sudah diterima sebelumnya. Distribusi ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi kesejahteraan petani.
Advertisement
Advertisement
Bantuan Combine Harvester ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam sektor pertanian. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menjadi fasilitator utama program ini. Ahmad Jayadikarta menyatakan, "Bantuan Combine Harvester ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah melalui Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto."
Sebanyak 14 unit Combine Harvester diserahkan sebagai sampel pada acara tersebut, menambah 10 unit yang telah didistribusikan sebelumnya. Dengan demikian, total 34 unit alsintan ini telah dialokasikan untuk kelompok Brigade Pangan. Alat-alat ini sangat krusial dalam mendukung proses panen padi, mempercepat pekerjaan petani.
Jayadikarta juga menekankan bahwa alat-alat ini diberikan tanpa biaya sepeser pun kepada para petani. "Alat ini gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun dan betul-betul diperuntukkan bagi Brigade Pangan," ujarnya. Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban petani dan memastikan akses terhadap teknologi pertanian modern.
Advertisement
Advertisement
Tujuan utama dari penyaluran alsintan ini adalah untuk memastikan Kabupaten Pulang Pisau tidak lagi mengalami impor beras. Target ambisius ini ditetapkan selama tiga tahun ke depan, sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo. Pemanfaatan alat yang efektif dan tepat sasaran menjadi kunci pencapaian target ini.
Wakil Bupati Jayadikarta juga memberikan instruksi tegas mengenai penggunaan dan pemeliharaan alsintan. Ia meminta agar alat-alat tersebut digunakan sesuai peruntukannya dan dipelihara dengan baik. Hal ini penting untuk memastikan kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas padi. Dengan demikian, ketahanan pangan daerah akan semakin kuat.
Peningkatan produktivitas pertanian melalui penggunaan alsintan seperti Combine Harvester diharapkan dapat signifikan. Petani dapat memanen lebih cepat dan efisien, mengurangi kehilangan hasil panen. Ini akan berdampak langsung pada pasokan beras lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas Pertanian Pulang Pisau, Godfridson, menjelaskan rincian distribusi alsintan tersebut. Dari total 34 unit Combine Harvester, empat kecamatan menjadi penerima utama. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Pandih Batu, Maliku, Kahayan Hilir, dan Kahayan Kuala, yang merupakan sentra produksi padi di Pulang Pisau.
Alsintan yang diserahkan memiliki fungsi untuk prapanen dan pascapanen, namun yang baru diserahkan adalah untuk pascapanen. Godfridson menambahkan, "Alsintan ini diperuntukkan untuk prapanen dan pascapanen dan yang baru diserahkan tadi adalah pascapanen." Ini menunjukkan adanya strategi komprehensif dalam mendukung seluruh tahapan pertanian.
Pemantauan penggunaan alsintan dilakukan secara ketat oleh Dinas Pertanian. Kelompok penerima diwajibkan melaporkan dokumentasi berupa foto, video, serta data penggunaan per musim tanam. Jika alat tidak digunakan secara optimal, dapat dipindahkan ke kelompok lain yang lebih membutuhkan. Godfridson berharap, "Semoga bantuan ini dimanfaatkan maksimal sehingga benar-benar meningkatkan kesejahteraan para petani."
Advertisement
Sumber: AntaraNews