Pemkab Batang Bangun Jembatan Penghubung Wisata Pantai Jodo Senilai Rp3,8 Miliar
Pemerintah Kabupaten Batang mengalokasikan Rp3,8 miliar untuk pembangunan Jembatan Pantai Jodo, sebuah infrastruktur krusial yang akan memperlancar akses ke objek wisata Pantai Jodo dan meningkatkan mobilitas warga.
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedang menggarap proyek pembangunan jembatan senilai Rp3,8 miliar. Jembatan ini dirancang untuk menghubungkan objek wisata Pantai Jodo di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, dengan area sekitarnya. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pengembangan pariwisata lokal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini sudah memasuki tahap lelang. Targetnya, penandatanganan kontrak kerja dapat dilakukan pada akhir Juli 2026.
Penyelesaian jembatan ditargetkan pada November 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kawasan wisata Pantai Jodo pada akhir tahun ini. Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting, tidak hanya untuk pariwisata tetapi juga untuk memperlancar mobilitas warga dan mendukung jalur perekonomian.
Proyek Strategis untuk Aksesibilitas dan Ekonomi Lokal
Proyek pembangunan jembatan ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp3,8 miliar, dengan bentang jembatan sepanjang 12 meter. Desain jembatan akan mengalami perubahan, di mana lebarnya akan ditingkatkan menjadi 6 meter.
Selain pelebaran, pondasi jembatan juga akan ditinggikan untuk mengantisipasi banjir dan faktor-faktor lainnya. Penyesuaian ini dilakukan sesuai dengan standar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan keamanan dan ketahanan infrastruktur.
Endro Suryono menjelaskan bahwa jembatan ini akan menjadi lebih lebar dan tinggi, memenuhi standar teknis yang berlaku. Peningkatan kualitas infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sektor pariwisata di Batang.
Urgensi Pembangunan dan Manfaat Jangka Panjang
Pembangunan jembatan penghubung ini merupakan respons terhadap masukan dari pihak desa dan warga setempat. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Batang, Nur Cahyaningsih, sebelumnya menyampaikan bahwa masyarakat mendesak perbaikan dan pelebaran jembatan Desa Sidorejo menuju Pantai Jodo.
Kondisi jembatan yang lama sudah tua dan mengalami banyak kerusakan, serta memiliki lebar yang sempit, menjadikannya mendesak untuk diperbaiki. Perbaikan ini krusial untuk mendukung akses pariwisata dan mobilitas harian warga.
Jembatan yang lebih kuat dan lebar akan secara signifikan meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung Pantai Jodo, sekaligus memfasilitasi distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut. Ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Tahapan Proyek dan Koordinasi Lanjutan
Saat ini, proses lelang untuk pembangunan jembatan sudah dapat dilihat melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Hal ini menunjukkan transparansi dalam pelaksanaan proyek pemerintah daerah.
Mengenai pelebaran jalan di lokasi yang sama, Endro Suryono menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Koordinasi ini bertujuan untuk menentukan apakah pelebaran jalan dapat dimasukkan dalam anggaran perubahan atau akan dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya.
Prioritas utama saat ini adalah penyelesaian jembatan, mengingat perannya yang vital sebagai akses utama ke Pantai Jodo dan penunjang aktivitas ekonomi warga Desa Sidorejo.
Sumber: AntaraNews