Pemkab Bandung Barat Catat Kemantapan Jalan Capai 79 Persen, Lampaui Target Awal
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berhasil meningkatkan kemantapan jalan hingga 78,80 persen, melebihi target 75 persen. Peningkatan kemantapan jalan Bandung Barat ini bertujuan memperlancar mobilitas dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, mengumumkan capaian signifikan dalam peningkatan infrastruktur jalan di wilayahnya. Tingkat kemantapan jalan kabupaten saat ini telah mencapai hampir 79 persen, tepatnya 78,80 persen, jauh melampaui target awal yang ditetapkan.
Capaian impresif ini merupakan hasil dari berbagai program penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang telah dilaksanakan di sejumlah wilayah setempat. Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar-wilayah serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, pada Minggu (21/6), menyatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Fokus utama adalah pada peningkatan kualitas jalan dan jembatan demi kesejahteraan warga.
Pencapaian Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Bandung Barat
Bupati Jeje Ritchie Ismail menjelaskan bahwa Pemkab Bandung Barat telah berhasil menangani jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer. Angka ini berkontribusi besar pada peningkatan kondisi jalan mantap yang kini mencapai 78,80 persen, melampaui target 75 persen yang telah ditetapkan sebelumnya.
Peningkatan kemantapan jalan Bandung Barat ini secara langsung berdampak pada semakin lancarnya mobilitas masyarakat sehari-hari. Selain itu, distribusi barang dan jasa di berbagai wilayah Kabupaten Bandung Barat juga menjadi lebih efisien, mendorong roda perekonomian lokal.
Tidak hanya jalan, pemerintah daerah juga fokus pada penguatan infrastruktur jembatan. Salah satu proyek vital adalah pembangunan Jembatan Rawabogo di Kecamatan Sindangkerta, yang dialokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Jembatan Rawabogo memiliki peran krusial sebagai akses penghubung masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Dengan peningkatan kualitas jembatan ini, diharapkan konektivitas wilayah semakin kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Prioritas Anggaran untuk Konektivitas Wilayah
Pemkab Bandung Barat juga telah mengidentifikasi dan mencatat sejumlah ruas jalan rusak yang akan segera ditangani. Penanganan ini dijadwalkan dimulai antara bulan Juni atau Juli tahun ini, menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur.
Salah satu ruas jalan yang menjadi prioritas adalah Jalan Gununghalu Datarpuspa, dengan alokasi anggaran sebesar Rp4 miliar untuk perbaikannya. Selain itu, Jalan Celak Sodong yang mengalami tingkat kerusakan ringan hingga berat juga akan menjadi fokus penanganan.
Untuk Jalan Celak Sodong, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar khusus untuk pembangunan jalan beton. Pembangunan ini diharapkan memberikan solusi jangka panjang untuk masalah kerusakan jalan di area tersebut.
Bupati Jeje menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan adalah salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Tujuannya adalah meningkatkan konektivitas wilayah serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Dampak Positif Peningkatan Infrastruktur bagi Masyarakat
Peningkatan infrastruktur ini merupakan wujud efektivitas anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Bandung Barat. Setiap rupiah yang dibelanjakan diharapkan memberikan manfaat nyata dan berdampak positif pada aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat.
Bupati Jeje Ritchie Ismail menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pada besarnya anggaran yang dibelanjakan, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang berorientasi pada hasil.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur dasar secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah.
Sumber: AntaraNews