Pemerintah Penajam Paser Utara Intensifkan Pengendalian PMK Hewan Ternak
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus mengintensifkan upaya pengendalian PMK hewan ternak melalui vaksinasi massal dan edukasi untuk melindungi sektor peternakan lokal.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Provinsi Kalimantan Timur secara serius mengintensifkan upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga keberlangsungan sektor peternakan di wilayah tersebut. Penyakit ini, yang pertama terdeteksi di PPU sejak tahun 2020, menjadi ancaman serius bagi para peternak dan perekonomian lokal.
PMK merupakan infeksi virus akut yang sangat menular, menyerang hewan berkuku genap seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Risti Pramula, menjelaskan bahwa penyakit ini tidak hanya menurunkan produksi ternak, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi besar. Oleh karena itu, berbagai strategi komprehensif telah diterapkan untuk mencegah penyebarannya.
Upaya pengendalian tersebut meliputi vaksinasi massal, komunikasi, informasi, serta edukasi (KIE) kepada para peternak. Selain itu, pengawasan lalu lintas ternak dan penerapan biosekuriti ketat juga menjadi fokus utama. Peningkatan kekebalan hewan ternak melalui vaksinasi menjadi langkah paling efektif dalam menghadapi ancaman PMK.
Ancaman PMK dan Dampaknya pada Sektor Peternakan
PMK adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular, menyerang hewan berkuku genap seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Risti Pramula, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, menegaskan bahwa PMK merupakan penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap. Penyakit ini pertama kali terdeteksi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun 2020, berdasarkan hasil pengujian laboratorium. Sejak saat itu, PMK telah menjadi ancaman serius bagi pengembangan sektor peternakan di PPU.
Dampak yang ditimbulkan oleh PMK sangat signifikan, tidak hanya pada kesehatan hewan tetapi juga pada aspek ekonomi. Penyakit ini dapat menurunkan produksi ternak secara drastis, yang berujung pada kerugian finansial bagi peternak. Lebih lanjut, Risti Pramula menjelaskan, "Dampak PMK pada hewan ternak tidak hanya menurunkan produksi ternak, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi besar dan menghambat perdagangan hewan serta produk turunannya." Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas pasokan pangan dan perekonomian daerah.
Strategi Pengendalian dan Vaksinasi Massal
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyusun strategi pengendalian yang intensif dan berkelanjutan untuk menanggulangi penyebaran PMK. Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, dimulai dari program vaksinasi massal yang menjadi prioritas utama. Vaksinasi dianggap sebagai langkah paling efektif untuk meningkatkan kekebalan hewan ternak terhadap virus PMK.
Selain vaksinasi, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) juga gencar dilakukan kepada para peternak. Program KIE ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peternak mengenai bahaya PMK, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak juga diterapkan untuk meminimalkan risiko masuknya hewan terinfeksi dari luar daerah.
Untuk mendukung program vaksinasi, alokasi vaksin PMK untuk Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahap awal tahun 2026 telah ditetapkan. Sebanyak lebih kurang 3.000 dosis vaksin akan diterima, dengan rincian 2.000 dosis berasal dari pemerintah pusat dan 1.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ketersediaan vaksin ini diharapkan dapat mempercepat cakupan imunisasi pada hewan ternak.
Pelaksanaan Vaksinasi di Lapangan
Pelaksanaan vaksinasi PMK di Kabupaten Penajam Paser Utara akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah. Untuk memastikan efektivitas dan jangkauan program, sebanyak 10 tenaga medis dan paramedis veteriner akan diterjunkan ke lapangan. Mereka akan secara langsung mendatangi lokasi peternakan untuk memberikan vaksin kepada hewan ternak.
Tim vaksinasi ini akan menyebar di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Pendekatan langsung kepada peternak ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua hewan ternak yang rentan mendapatkan vaksinasi. Langkah ini juga mempermudah peternak dalam mengakses layanan vaksinasi tanpa harus membawa hewan ternaknya ke fasilitas kesehatan hewan.
Dengan pengerahan tenaga dan alokasi vaksin yang memadai, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap dapat segera menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan ternak. Pengendalian PMK yang berkelanjutan ini diharapkan dapat melindungi sektor peternakan dari kerugian lebih lanjut dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews