Negosiasi Digital Indonesia-AS Tertunda Imbas Shutdown Pemerintah Amerika
Kondisi tersebut membuat berbagai kegiatan pemerintahan di AS, termasuk perundingan ekonomi, harus dihentikan sementara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa negosiasi digital antara Indonesia dan Amerika Serikat sementara terhenti akibat shutdown pemerintahan di Washington.
Kondisi tersebut membuat berbagai kegiatan pemerintahan di AS, termasuk perundingan ekonomi, harus dihentikan sementara hingga pemerintah mereka kembali beroperasi normal.
"Jadi, tim negosiasi berunding melalui zoom, tetapi dengan adanya shutdown di Amerika, itu termasuk kita juga kena shutdown. Artinya, negosiasinya sementara terhenti,' kata Airlangga dalam konferensi pers Perundingan ASEAN DEFA putaran ke - 14 di Jakarta, Selasa (7/10).
Airlangga menjelaskan bahwa negosiasi digital dengan AS merupakan bagian dari pembahasan kerja sama ekonomi yang lebih luas, termasuk proposal resiprokal dalam sektor perdagangan digital dan ekonomi berbasis data.
Meski mengalami penundaan, pemerintah Indonesia tetap memantau perkembangan situasi dan siap melanjutkan perundingan begitu kondisi di AS kembali normal.
Koordinasi Tetap Jalan
Meskipun negosiasi resmi tertunda, komunikasi informal antara tim Indonesia dan Amerika tetap berjalan melalui berbagai jalur diplomatik. Airlangga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak ingin momentum kerja sama digital ini hilang begitu saja.
Menurutnya, pertemuan dengan pihak USTR akan difokuskan pada menentukan ulang timeline dan mekanisme negosiasi yang tertunda.
"Tetapi saya akan berbicara juga malam ini dengan USTR untuk bagaimana kita langkah selanjutnya. Jadi, mengenai jadwal belum bisa dipastikan, karena pemerintah Amerika kan sekarang sedang shutdown. Jadi, kita monitor perkembangan. Karena belum selesai semuanya, dokumennya belum selesai, maka tentu kita lihat ke depannya seperti apa," pungkasnya.
Pemerintah AS Shutdown
Pendanaan untuk Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah dihentikan setelah Partai Republik gagal mencapai kesepakatan dengan oposisi dari Partai Demokrat mengenai langkah selanjutnya dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran.
Ini berarti beberapa layanan pemerintah AS akan terhenti sementara atau shutdown. Konfrontasi anggaran meskipun merupakan hal yang umum dalam politik AS, pertikaian anggaran ini bisa terasa sangat menegangkan. Demikian mengutip dari BBC, Kamis (2/10).
Hal ini karena Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghabiskan sembilan bulan terakhir untuk memangkas anggaran pemerintah nasional secara drastis. Ia menuturkan, kebuntuan saat ini dapat memberinya kesempatan untuk melakukan hal yang sama lebih banyak lagi.
Shutdown ini terjadi lantaran Partai Republik dan Demokrat tidak bersepekat dan meloloskan RUU yang mendanai layanan pemerintah hingga Oktober dan seterusnya.