Masdar Targetkan Kemajuan Konkret Ekspansi PLTS Cirata Tahun Ini
Masdar, perusahaan energi terbarukan Uni Emirat Arab, berharap ekspansi PLTS Cirata dapat mencapai kemajuan konkret tahun ini, melanjutkan kemitraan strategis dengan PT PLN (Persero). Pembaca diajak memahami potensi besar energi bersih di Indonesia.
Masdar, perusahaan energi terbarukan terkemuka dari Uni Emirat Arab, menyatakan harapannya agar proyek ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata dapat mencapai kemajuan konkret pada tahun ini. Harapan ini disampaikan oleh Fatima Al Suwaidi, Head of Business Development Asia-Pasifik Masdar, di sela acara Abu Dhabi Sustainability Week di Abu Dhabi, UAE.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari kemitraan jangka panjang antara Masdar dan PT PLN (Persero) yang telah terjalin sejak pembangunan PLTS Terapung Cirata pertama. Ekspansi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas energi bersih di Indonesia secara signifikan.
Fatima Al Suwaidi menekankan pentingnya momentum ini, menyatakan optimisme bahwa tahun ini akan menjadi titik balik untuk kolaborasi pengembangan yang lebih besar. Langkah konkret diharapkan dapat segera terwujud untuk mewujudkan potensi energi terbarukan.
Sejarah Kemitraan dan Pencapaian Awal PLTS Cirata
Kemitraan strategis antara Masdar dan PLN dimulai pada tahun 2017, menandai langkah awal pengembangan PLTS Terapung Cirata. Proyek ini menjadi tonggak penting bagi kedua belah pihak dalam upaya transisi energi.
PLTS terapung berkapasitas 145 megawatt (MW) tersebut merupakan proyek PLTS terapung pertama Masdar sekaligus proyek energi terbarukan perdananya di Asia Tenggara. Fasilitas ini dibangun di atas area seluas 250 hektare di Waduk Cirata, Jawa Barat.
PLTS Cirata mulai beroperasi penuh pada tahun 2023, menghasilkan energi bersih yang signifikan. Kapasitas ini cukup untuk memasok listrik bagi sekitar 50.000 rumah tangga.
Selain itu, operasional PLTS ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon hingga 214.000 ton setiap tahun. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengurangan jejak karbon.
Rencana Ekspansi dan Kajian Pra-Kelayakan
Pada April 2025, Masdar dan PLN kembali menandatangani perjanjian penting untuk memperluas kapasitas PLTS Terapung Cirata. Perjanjian ini menargetkan penambahan kapasitas sebesar 500 MW, menunjukkan ambisi besar dalam pengembangan energi surya.
Saat ini, kedua perusahaan tengah melakukan kajian pra-kelayakan (pre-feasibility assessment) yang mendalam. Kajian ini bertujuan untuk menyusun dasar pengembangan proyek yang solid dan sesuai dengan standar internasional.
Proses kajian ini sangat penting untuk memastikan proyek ekspansi PLTS Cirata berjalan sesuai rencana dan efektif. Hal ini juga untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi terbaru yang berlaku di Indonesia.
Setelah studi awal dan teknis diselesaikan, tahapan berikutnya akan mencakup finalisasi perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) serta persiapan menuju fase konstruksi. Langkah ini krusial untuk memulai pembangunan fisik.
Dukungan Regulasi dan Peluang Baru Energi Terbarukan
Fatima Al Suwaidi menjelaskan bahwa pengembangan proyek harus sesuai dengan regulasi terbaru dari KemenPUPR. Regulasi ini sangat mendukung pengembangan energi terbarukan di tanah air.
KemenPUPR telah menaikkan batas cakupan area perairan untuk PLTS terapung dari lima persen menjadi 20 persen. Kebijakan ini membuka peluang lebih besar bagi Indonesia dalam pengembangan PLTS terapung.
Dukungan kebijakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 juga menjadi faktor pendorong signifikan. RUPTL memberikan ruang yang memadai bagi pengembangan PLTS terapung.
Selain ekspansi PLTS Cirata, Masdar juga sedang menyiapkan pengembangan PLTS Terapung Jatigede di Sumedang, Jawa Barat. Proyek ini diperoleh melalui program tender yang diselenggarakan oleh PLN Indonesia Power, menegaskan komitmen Masdar di Indonesia.
Sumber: AntaraNews