Kemdiktisaintek Jajaki Kolaborasi Riset Biofuel dan Teknologi Tinggi dengan Brasil
Kemdiktisaintek menjajaki kolaborasi strategis dengan Brasil di bidang riset biofuel, semikonduktor, dan teknik kedirgantaraan, membuka jalan bagi pengembangan talenta teknologi tinggi Indonesia.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka pintu kolaborasi riset strategis dengan Pemerintah Brasil. Fokus utama meliputi pengembangan biofuel, semikonduktor, dan teknik kedirgantaraan melalui kemitraan dengan State University of Campinas (Unicamp). Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas teknologi Indonesia melalui kerja sama internasional yang produktif.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan optimisme terhadap kerja sama yang terus berkembang baik ini. Beliau berharap kolaborasi antara Unicamp dan perguruan tinggi di Indonesia dapat menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara. Diskusi awal mengenai potensi kolaborasi ini berlangsung di Jakarta pada Sabtu (13/6).
Sebagai langkah awal, kolaborasi ini melibatkan pengiriman mahasiswa pascasarjana Indonesia ke Brasil untuk studi mendalam di bidang strategis. Program ini akan berfokus pada semikonduktor dan sirkuit terpadu, dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) ditunjuk sebagai titik fokus. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan talenta Indonesia yang mampu mendukung industri teknologi tinggi di masa depan.
Peluang Pengembangan Talenta Teknologi Tinggi
Deputy Chief of Mission Brasil untuk Indonesia, Rodrigo Alexandre Oliveira de Carvalho, menindaklanjuti permintaan Indonesia terkait dukungan pengembangan talenta. Permintaan tersebut berfokus pada bidang-bidang strategis yang krusial bagi kemajuan teknologi nasional. Unicamp menyatakan kesiapan menerima hingga 10 mahasiswa pascasarjana Indonesia. Mereka akan fokus pada semikonduktor dan sirkuit terpadu.
Kerja sama ini secara spesifik melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai focal point program penting tersebut. Program ini merupakan upaya bersama antara kedua negara untuk menyiapkan talenta Indonesia. Talenta yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung pengembangan industri teknologi tinggi di masa depan. Ini menunjukkan komitmen kuat kedua belah pihak.
Perwakilan Unicamp, Marco Roberto Cavallari, menjelaskan skema awal yang sedang disiapkan untuk program ini. Skema tersebut mencakup pengiriman mahasiswa magister dan doktoral Indonesia ke Brasil. Bidang studi yang ditawarkan meliputi microfabrication, integrated circuit design, dan material science. Ini akan memberikan pengalaman belajar yang komprehensif.
Program tersebut juga membuka peluang pengembangan skema gelar ganda (double degree) antara Unicamp dan ITB. Ini akan memperluas kesempatan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia. Kesempatan ini sangat berharga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi.
Mendorong Inovasi di Sektor Biofuel dan Kedirgantaraan
Selain semikonduktor, Kemdiktisaintek juga membuka peluang kolaborasi riset biofuel dengan Brasil. Potensi kerja sama ini sangat relevan mengingat urgensi energi terbarukan di tingkat global. Brasil memiliki pengalaman signifikan dalam pengembangan biofuel, menjadikannya mitra strategis.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya kerja sama riset antara profesor dari kedua negara. Ini termasuk pengiriman dosen untuk melakukan riset bersama di Brasil. Sektor teknik kedirgantaraan juga menjadi area kolaborasi yang menjanjikan, dengan potensi inovasi besar.
Pemerintah Brasil sedang menjajaki kemitraan dengan sejumlah institusi dan industri strategis. Salah satunya adalah perusahaan kedirgantaraan Embraer, yang dikenal secara global. Kemitraan ini bertujuan mendukung kebutuhan pengembangan talenta Indonesia pada kedua bidang tersebut. Ini akan memberikan akses ke teknologi dan keahlian terkini.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak membahas potensi percepatan penyelesaian perjanjian bilateral di bidang pendidikan. Perjanjian ini saat ini masih dalam proses pembahasan antara Indonesia dan Brasil. Diharapkan, penyelesaian perjanjian ini dapat memuluskan jalan bagi berbagai program kolaborasi di masa depan.
Sumber: AntaraNews