ESDM: Waduk di Jateng Berpotensi Jadi Sumber EBT, tapi Masih Ada Kendala Pengembangan
Meski memiliki potensi besar untuk PLTS terapung, Agus tak menampik bahwasanya masih ada kendala-kendala dalam pengembangan.
Jawa Tengah memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di dua lokasi, yakni di Waduk Kedungombo Kabupaten Sragen dan Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri. Selain dua waduk itu, ada beberapa kabupaten sangat berpotensi dimanfaatkan menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT).
"Waduk kita sangat potensi untuk dikembangkan. Seperti di Kedungnanas (Blora), Jatibarang (Kota Semarang), Gentung Bener (Purworejo), Jragung (Semarang) itu punya potensi besar. Belum lagi waduk yang akan dibangun di Karangjati (Semarang). Itu semua bisa mengoptimalkan kebutuhan tenaga surya," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Agus Sugiharto, Kamis (10/7).
Meski memiliki potensi besar untuk PLTS terapung, Agus tak menampik bahwasanya masih ada kendala-kendala dalam pengembangan, khususnya untuk rumahan atau masyarakat. Sebab, biaya dan perawatannya disebut mahal dan tidak mudah.
"Kondisi ekonomi tidak semuanya bisa menjangkau. Kemudian juga butuh teknologi yang enggak semua orang bisa lakukan maintenance. Kesadaran masyarakat kita mengenai pentingnya EBT juga masih kurang. Di sisi lain, pemerintah masih berikan subsidi kepada energi fosil,” ungkapnya.
Sedangkan dari pengembangan skala besar seperti untuk PLTS terapung, investasi yang dikucurkan tidaklah kecil. "Teknologi yang kita gunakan belum mampu produksi sendiri. Kita masih tergantung luar. Sehingga produksi PLTS dalam negeri harga masih mahal,” ujarnya.
Tugas Pemprov Jateng
Tugas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kata dia adalah melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya penyediaan energi listrik bersih. Selain itu, ikut andil dalam hilirisasi pengembangan green industry atau industri hijau untuk mempercepat terwujudkan EBT.
"Di sini, ESDM, melakukan sosialisasi dan edukasi agar bisa transisi energi. Harapan kami kedepan energi ramah lingkungan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PT PLN Indonesia Power, Julita Indah, menjelaskan bahwa pembangunan PLTS terapung di Waduk Kedungombo Kabupaten Sragen dan Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembangunan ditargetkan bisa dimulai pada tahun 2025 dengan lama pengerjaan, sekitar 14 bulan dan masing-masing pembangkit diproyeksikan bisa menghasilkan daya 100 Mega Watt.
"Pembangunan untuk PLTS tidak butuh waktu lama. Harapannya di tahun 2026 akhir atau awal 2027 sudah bisa memulai ‘commercial operation’," ucap Julita.