Makassar Perkuat Komitmen Lingkungan: Jalin Kerja Sama Biomassa Sirkular dengan Maniwa Jepang
Pemerintah Kota Makassar resmi berkolaborasi dengan Kota Maniwa, Jepang, dalam implementasi biomassa sirkular untuk mewujudkan kota rendah karbon, menandai langkah strategis dalam dekarbonisasi dan keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meresmikan kerja sama dengan Pemerintah Kota Maniwa, Jepang, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kolaborasi internasional city to city ini bertujuan mewujudkan pembangunan kota rendah karbon melalui implementasi biomassa sirkular. Peresmian ini dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang Kentaro Doi di kantor Balai Kota Makassar.
Wali Kota Maniwa, Ota Noburo, turut hadir secara daring dalam acara penting ini. Kerja sama ini merupakan langkah strategis Makassar dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, terutama bagi kota pesisir. Munafri menekankan pentingnya kebijakan pembangunan berorientasi keberlanjutan untuk mengantisipasi risiko seperti kenaikan suhu dan permukaan air laut.
Upaya dekarbonisasi kini menjadi agenda integral dari kebijakan pembangunan daerah, bukan hanya sekadar agenda global. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui inisiatif ini. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pencapaian target pembangunan rendah emisi di Makassar.
Urgensi Dekarbonisasi dan Komitmen Makassar
Perubahan iklim menjadi tantangan global yang dampaknya kian dirasakan, khususnya oleh kota-kota pesisir seperti Makassar. Peningkatan suhu, perubahan pola cuaca ekstrem, dan ancaman kenaikan permukaan air laut merupakan risiko serius yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kebijakan pembangunan harus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Dekarbonisasi bukan lagi sekadar wacana global, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Kolaborasi city to city dengan Kota Maniwa menjadi langkah strategis bagi Makassar. Maniwa dikenal sebagai kota percontohan di Jepang dalam pengembangan model pembangunan rendah karbon. Mereka fokus pada pengelolaan energi terbarukan dan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.
Mengadaptasi "Model Maniwa" untuk Pembangunan Rendah Karbon
Kota Maniwa telah mengembangkan "Model Maniwa" melalui Konsep Kota Biomassa Maniwa dan Deklarasi Kota Maniwa Nol Karbon. Model ini menjadi acuan penting dalam implementasi biomassa sirkular di Makassar. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Kentaro Doi, menjelaskan bahwa proyek ini mengimplementasikan model tersebut.
Melalui kerja sama ini, Makassar mendapatkan kesempatan berharga untuk mempelajari dan mengadaptasi praktik terbaik dari Maniwa. Transfer pengetahuan lintas kota dan negara diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan rendah emisi. Kolaborasi ini melibatkan kemitraan luas antara universitas, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Kementerian Lingkungan Hidup Jepang memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini, yang merupakan salah satu dari 25 proyek kerja sama antar kota yang mereka lakukan tahun ini. Mereka menilai bahwa aspek kemitraan yang luas ini sangat positif. Harapannya, Makassar dapat menjadi kota yang unggul secara ekonomi dan tangguh secara ekologis.
Capaian Konkret dan Harapan Masa Depan
Salah satu capaian konkret yang mendapat apresiasi adalah proyek percontohan pabrik fermentasi biogas di Universitas Hasanuddin. Proyek ini merupakan langkah nyata menuju sistem daur ulang limbah organik di Makassar. Model tersebut dinilai efektif dalam mendorong dekarbonisasi dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.
Kentaro Doi sangat berharap proyek ini tidak hanya berhenti di Makassar. Ia menginginkan model biomassa sirkular ini dapat menyebar ke seluruh Indonesia. Ini menunjukkan potensi besar kolaborasi ini untuk memberikan dampak yang lebih luas.
Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi titik tolak perubahan pola pikir dan tindakan. Dampaknya harus terukur dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Dengan kolaborasi inklusif dan berorientasi solusi jangka panjang, Makassar menargetkan menjadi kota yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews