LRT Jakarta Baru Terisi 27 Orang per Rangkaian, Dirut: Tantangan Kami Masih Berat
Kondisi ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dalam operasional 2025.
PT LRT Jakarta menyatakan tingkat keterisian kereta pada rute Velodrome–Pegangsaan Dua masih berada di angka yang sangat rendah, yakni rata-rata hanya sekitar 9 persen. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dalam operasional 2025.
Direktur Utama (Dirut) PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen menyampaikan, rata-rata jumlah penumpang harian LRT Jakarta mencapai sekitar 3.579 orang per hari. Angka ini jauh lebih rendah dari kapasitas maksimal satu rangkaian kereta yang dapat mengangkut 270 penumpang, atau dua gerbong berkapasitas masing-masing 135 orang.
"Tantangan saya, tantangan teman-teman saya adalah bagaimana meningkatkan ridership atau keterisian kereta kita yang rata-rata itu belum mencapai 9 persen," kata Roberto dalam acara Media Day di Stasiun Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Rabu (26/11).
Dia menjelaskan, dalam kondisi optimal satu rangkaian kereta penuh dapat menampung hingga 270 orang, namun realisasi di lapangan masih sangat jauh dari kapasitas.
“Keterisiannya itu kira-kira baru mendekati 10 persennya. Jadi bisa dibayangkan dari kapasitas 270 ya baru 27 orang sekali naik dan seterusnya,” ujarnya.
Akumulasi Total Penumpang LRT Jakarta
Roberto menyebut, hal itu terlihat dari akumulasi total penumpang LRT Jakarta per harinya yang masih berada di kisaran 3.400–3.500 orang. Dia menjelaskan, rendahnya tingkat keterisian ini membuat upaya untuk meningkatkan jumlah penumpang menjadi prioritas strategis.
“Oleh karena itu upaya-upaya yang kita lakukan sekarang, kita fokus untuk menjaga agar layanan kita tetap tinggi kualitasnya. Tapi kita juga melakukan berbagai macam event,” ucap dia.
Roberto mengakui bahwa rute LRT Jakarta yang masih pendek juga menjadi salah satu faktor pembatas, sehingga perluasan jalur seperti rute Velodrome–Manggarai sangat penting untuk mendorong peningkatan ridership.
LRT Jakarta berharap pembukaan rute menuju Manggarai pada 2026 dapat meningkatkan minat masyarakat dan membuat tingkat keterisian kereta perlahan mendekati kapasitas ideal.