Keren! Desa Ndejing Matim NTT Dinobatkan Juara Nasional Lomba Pangan Aman 2025 BPOM
Desa Ndejing di Manggarai Timur, NTT, berhasil meraih juara satu Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional 2025 dari BPOM RI. Bagaimana desa ini bisa unggul dalam menjaga keamanan pangan?
Desa Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Desa ini dinobatkan sebagai juara satu dalam Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional tahun 2025. Ajang bergengsi ini diselenggarakan langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Prestasi ini diumumkan setelah Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, mendampingi Kepala Desa Compang Ndejing Ahmad Kabur dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman di Jakarta. Keberhasilan Desa Ndejing menunjukkan komitmen kuat masyarakatnya dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan. Hal ini menjadi contoh nyata bagi daerah lain di Indonesia.
Kemenangan ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil dari konsistensi masyarakat Desa Ndejing dalam menyediakan pangan aman dan sehat untuk konsumsi keluarga. Mereka bahkan mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk wilayah sekitarnya. Optimalisasi lahan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan ini.
Pengakuan Nasional untuk Komitmen Pangan Aman
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Desa Ndejing. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada kepala desa dan seluruh masyarakat Desa Compang Ndejing. "Saya sangat bangga dan mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh pak kepala desa dan masyarakat Desa Compang Ndejing," kata Bupati Agas Andreas.
Menurut Agas Andreas, masyarakat Compang Ndejing selama ini secara konsisten menyediakan pangan yang aman dan sehat. Pangan tersebut tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga untuk wilayah sekitarnya. Konsistensi ini menjadi salah satu faktor penentu dalam meraih juara nasional.
Bupati juga mengapresiasi Pemerintah Desa Compang Ndejing dan masyarakatnya yang secara kolektif memaksimalkan lahan. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri. Gerakan ini dinilai sangat maju dan patut menjadi pembelajaran bagi desa-desa lain di Kabupaten Manggarai Timur.
Optimalisasi Lahan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Optimalisasi lahan guna memenuhi kebutuhan pangan merupakan gerakan yang sangat positif. Bupati Agas Andreas berharap gerakan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Manggarai Timur. Masyarakat Desa Ndejing telah memaksimalkan potensi lahan yang tersedia untuk menanam aneka jenis tanaman pangan.
Gerakan ini menunjukkan kemandirian dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya lokal. Dengan demikian, Desa Ndejing tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga kualitasnya. Hal ini sejalan dengan tujuan program Desa Pangan Aman yang dicanangkan BPOM.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui berbagai program. Dinas terkait akan memastikan tersedianya keamanan dan kualitas pangan untuk masyarakat. Dukungan ini penting untuk menjaga keberlanjutan praktik baik di Desa Ndejing dan menginspirasi desa lainnya.
Inisiatif BPOM dalam Membangun Ekosistem Pangan Aman
Program Desa Pangan Aman merupakan inisiatif penting dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, BPOM juga memiliki program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan. Semua program ini bertujuan membangun ekosistem keamanan pangan yang berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, BPOM menggandeng pemerintah daerah, sekolah, pasar tradisional, dan komunitas desa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran, kapasitas, dan pengawasan terhadap pangan yang aman, sehat, dan bermutu. Ini menciptakan sinergi antar berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan kader, inspeksi pangan, dan pembentukan komunitas pengawas. Selain itu, integrasi nilai-nilai keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi fokus utama. Dengan demikian, diharapkan tercipta budaya konsumsi pangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews