Kementan Luncurkan Kampung Peramalan OPT di Sleman, Perkuat Ketahanan Pangan DIY
Kementerian Pertanian (Kementan) resmi meluncurkan program Kampung Peramalan OPT di Sleman, DIY, bertujuan mendeteksi dini Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan memperkuat sektor pertanian lokal.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) telah meluncurkan program inovatif Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara peluncuran yang berlangsung pada Minggu, 23 November, ini menandai langkah strategis pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.
Peluncuran program ini diawali dengan simbolis penanaman padi dan pemotongan tumpeng, dihadiri oleh jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan percontohan langsung kepada para petani mengenai metode pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT yang efektif.
Sleman dipilih sebagai salah satu dari lima wilayah percontohan di Indonesia karena potensi pertaniannya yang signifikan dan statusnya sebagai daerah endemis tikus. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan hama yang kerap mengancam hasil panen petani di wilayah tersebut.
Tujuan Strategis dan Manfaat Program
Sekretaris Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Akhmad Musyafak, menjelaskan bahwa program Kampung Peramalan OPT ini memiliki tujuan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memberikan percontohan penerapan terkait pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT jika diperlukan, sehingga petani dapat mengantisipasi serangan hama lebih awal.
Dalam pelaksanaannya, para petani akan mendapatkan bimbingan langsung dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT). Mereka akan diajak untuk menyaksikan secara detail proses pengalaman, peramalan, dan pengendalian OPT, memastikan transfer pengetahuan yang efektif dan praktis.
Program ini juga diharapkan dapat membantu petani dalam mengambil keputusan yang lebih tepat, lebih cepat, dan lebih akurat terkait budidaya tanaman. Informasi yang disampaikan melalui sistem peramalan akan menjadi panduan penting dalam menentukan waktu tanam, memilih varietas unggul, serta melakukan langkah pengendalian hama secara terpadu.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Visi Pertanian Modern
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap program Kementan RI ini dalam memaksimalkan sektor pertanian di Sleman. Menurutnya, pengendalian hama di sektor pertanian merupakan salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian khusus, terutama di wilayah Sleman bagian barat.
Danang Maharsa menegaskan bahwa sektor pertanian Sleman merupakan salah satu penyangga utama ketahanan pangan di wilayah DIY. Oleh karena itu, program seperti Kampung Peramalan OPT sangat relevan dan sejalan dengan arah pembangunan pertanian modern yang menekankan pada presisi, efisiensi, dan keberlanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sleman meyakini bahwa dengan adanya kampung peramalan OPT ini, petani Sleman akan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai lumbung pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Komitmen Digitalisasi Pertanian
Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi pertanian melalui berbagai inisiatif. Upaya ini mencakup pengembangan sistem informasi, pemanfaatan sensor lapangan, peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, dan kolaborasi erat dengan perguruan tinggi.
Sleman dinilai memiliki modal sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur yang cukup kuat untuk bertransformasi menuju pertanian berbasis teknologi. Potensi ini menjadi landasan kuat untuk mengimplementasikan inovasi seperti Kampung Peramalan OPT secara lebih luas dan berkelanjutan.
Danang Maharsa berharap bahwa Kampung Peramalan OPT ini tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia. Dengan demikian, manfaat program ini dapat dirasakan oleh lebih banyak petani, mendukung visi ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews