KAI Semarang Perkuat Pengamanan Libur Lebaran 2026, Tambah Puluhan Penjaga Perlintasan
PT KAI Daop 4 Semarang menambah 61 petugas penjaga perlintasan untuk menjamin keselamatan selama libur Lebaran 2026, menegaskan komitmen KAI Semarang Penjaga Perlintasan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mengambil langkah proaktif dalam menyambut masa angkutan Lebaran 2026. Perusahaan ini secara signifikan menambah jumlah petugas penjaga pintu perlintasan (PPL) di wilayah operasionalnya. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko demi kelancaran perjalanan kereta api.
Sebanyak 61 petugas penjaga pintu perlintasan baru akan ditempatkan di 33 perlintasan sebidang di area Daop 4 Semarang, Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan ketertiban di titik-titik rawan tersebut. Penempatan personel tambahan ini akan berlangsung sepanjang periode angkutan Lebaran, yaitu dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026.
Komisaris KAI, I Wayan Sugiri, menjelaskan bahwa penambahan personel ini didasarkan pada analisis dan mitigasi gangguan perjalanan kereta api. Fokus utama adalah pada 39 daerah di wilayah Daop Semarang yang memerlukan perhatian khusus. KAI berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan optimal bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran tahun ini.
Peningkatan Keamanan Perlintasan untuk Mudik Aman
Dalam rangka menjamin keselamatan selama masa angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 4 Semarang tidak hanya menambah petugas penjaga pintu perlintasan. Secara keseluruhan, terdapat 114 personel tambahan yang disiagakan untuk periode 13-30 Maret 2026. Jumlah ini mencakup petugas pemeriksa jalur serta pemantau daerah yang memperoleh perhatian khusus.
I Wayan Sugiri menegaskan bahwa penambahan personel ini adalah bagian dari strategi mitigasi komprehensif. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi dan meminimalkan potensi gangguan yang bisa terjadi di sepanjang jalur kereta api. Dengan demikian, diharapkan perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Fokus pada 39 daerah yang memerlukan perhatian khusus menunjukkan pendekatan yang terukur dari KAI. Daerah-daerah ini kemungkinan besar memiliki tingkat kepadatan lalu lintas atau karakteristik geografis tertentu yang memerlukan pengawasan ekstra. Kehadiran petugas tambahan diharapkan mampu meningkatkan responsibilitas dan kecepatan penanganan jika terjadi insiden.
Kapasitas Angkutan dan Komitmen Pelayanan KAI
Selama periode libur Lebaran 2026, Daop Semarang akan melayani 36 perjalanan kereta api setiap hari. Ini menunjukkan tingginya frekuensi operasional untuk mengakomodasi kebutuhan mudik masyarakat. Ketersediaan layanan yang memadai menjadi kunci utama dalam mendukung mobilitas selama perayaan hari raya.
Untuk menunjang jumlah perjalanan tersebut, KAI Daop Semarang menyediakan 423.412 kursi kereta api untuk berbagai tujuan. Jumlah kapasitas ini mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan antisipasi KAI terhadap lonjakan jumlah penumpang yang diprediksi akan terjadi.
Pergerakan penumpang yang masif ini akan didukung oleh armada yang kuat. KAI menyiagakan 20 lokomotif dan 138 kereta penumpang untuk melayani rute-rute di wilayah Daop Semarang. Ketersediaan sarana prasarana yang prima adalah cerminan komitmen KAI untuk memberikan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh penumpang.
Prioritas Keselamatan dan Disiplin Petugas
Komisaris KAI, I Wayan Sugiri, menekankan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional KAI. Pernyataan ini berlaku terutama selama masa angkutan Lebaran yang padat. KAI bertekad untuk tidak berkompromi sedikit pun dalam hal keamanan perjalanan kereta api.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional KAI, terutama selama masa angkutan Lebaran,” kata I Wayan Sugiri. Penegasan ini menggarisbawahi pentingnya setiap aspek operasional. Hal ini termasuk dari perawatan sarana hingga kesiapan personel di lapangan.
I Wayan Sugiri menegaskan bahwa seluruh petugas KAI harus disiplin dan proaktif. Mereka diharapkan mampu mengidentifikasi, mengantisipasi, serta mengatasi potensi risiko yang mungkin timbul. Kedisiplinan dan proaktivitas petugas menjadi kunci dalam menjaga kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian perjalanan kereta api selama musim mudik ini.
Sumber: AntaraNews