Kadin Sultra Optimalkan 32 Dapur SPPG, Perluas Jangkauan Program Makan Bergizi Gratis
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) mempercepat pengoperasian 32 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Anoa, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) secara aktif mengoptimalkan 32 unit dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bumi Anoa.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Erwin Aksa, telah menginstruksikan percepatan pengoperasian seluruh dapur SPPG yang bermitra dengan Kadin. Hal ini bertujuan agar manfaat program MBG dapat segera dirasakan secara merata oleh pelajar dan penerima manfaat lainnya di Sultra.
Kadin Sultra juga berkomitmen untuk memastikan bahan baku makanan bersumber dari hasil pertanian, perkebunan, dan UMKM lokal. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pemenuhan gizi, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Percepatan dan Perluasan Jangkauan Program MBG
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Erwin Aksa, menegaskan pentingnya partisipasi aktif pengurus Kadin di Sultra dalam membangun dan mengelola dapur MBG. Instruksi ini diberikan untuk memastikan program pemerintah pusat dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Koordinator MBG Kadin Sultra, Marwan A Bey, merinci bahwa dari total 32 dapur mitra Kadin, sebanyak 17 unit SPPG telah beroperasi sejak tahun 2025 dan 2026. Dapur-dapur ini melayani sekitar 51.000 penerima manfaat di berbagai wilayah.
Setiap dapur MBG memiliki kapasitas untuk menyuplai kebutuhan gizi bagi 3.000 orang. Saat ini, 15 dapur sisa sedang dikebut penyelesaiannya agar dapat rampung dan beroperasi penuh pada tahun 2026, memperluas cakupan program secara signifikan.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Dapur MBG
Erwin Aksa menekankan bahwa selain mencapai target pembangunan, Kadin memiliki kewajiban untuk memastikan bahan baku makanan berasal dari produk lokal. Ini termasuk hasil pertanian, perkebunan, dan produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Kadin Sultra telah merangkul banyak pelaku UMKM untuk menjadi penyuplai utama bagi dapur-dapur MBG. Upaya ini merupakan strategi untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak positif pada pergerakan ekonomi masyarakat di Sultra.
Selain itu, Kadin juga mendorong pengusaha lokal untuk turut serta menyukseskan pembangunan dapur SPPG, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menegaskan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung program strategis pemerintah pusat ini.
Komitmen Kualitas dan Keamanan Pangan
Marwan A Bey memastikan bahwa selama 17 dapur MBG mitra Kadin beroperasi, tidak ditemukan kendala teknis maupun insiden kesehatan, seperti keracunan makanan atau makanan basi. Hal ini menunjukkan efektivitas pengawasan ketat yang diterapkan.
Pengawasan ketat mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi. Setiap pengelola dapur diwajibkan menjaga kualitas bahan baku sebelum diolah, memastikan peralatan higienis, dan proses distribusi diawasi oleh ahli gizi.
Seluruh operasional dapur mitra Kadin ditekankan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kepatuhan ini krusial untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara.
Sumber: AntaraNews