Kabapanas Pastikan Stabilitas Harga Pangan Ramadhan Terkendali Hingga Pertengahan Puasa
Kabapanas memastikan stabilitas harga pangan Ramadhan terkendali hingga pertengahan puasa 1447 H. Distribusi dan pengawasan diperkuat, menunjukkan tren penurunan harga komoditas strategis. Masyarakat dapat bernapas lega.
Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan dan harga pangan nasional tetap stabil hingga pertengahan Ramadhan 1447 Hijriah. Hal ini berkat upaya penguatan distribusi serta pengawasan intensif di seluruh wilayah Indonesia. Jaminan ini disampaikan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Amran menjelaskan bahwa tren penurunan harga pangan mulai terlihat pada beberapa komoditas strategis, meskipun ada sedikit kenaikan pada beberapa item yang masih dalam batas wajar. Pemerintah terus memantau dinamika pasar agar stabilitas harga dapat dirasakan oleh produsen maupun konsumen. Upaya ini bertujuan menjaga keseimbangan ekonomi bagi seluruh pelaku rantai pasok pangan.
Pemantauan dan pengawasan ketat dilakukan oleh pemerintah guna memastikan ketersediaan pasokan. Langkah-langkah ini diambil untuk mengendalikan inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat selama periode puasa. Kondisi ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif jelang perayaan Lebaran.
Tren Penurunan Harga Komoditas Pangan Strategis
Amran menegaskan bahwa harga sejumlah komoditas pangan pokok mulai bergerak stabil, bahkan cenderung menurun di berbagai daerah. Kondisi ini memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan tetap memastikan produsen memperoleh harga yang wajar. Keseimbangan pasar menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga stabilitas.
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu keempat Februari menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas penting. Misalnya, daging ayam ras, meskipun sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), mengalami tren penurunan di 84 kabupaten/kota. Ini menunjukkan upaya stabilisasi mulai membuahkan hasil.
Tren penurunan harga juga terlihat jelas pada komoditas hortikultura lainnya. Cabai rawit turun di 79 kabupaten/kota, cabai merah di 128 kabupaten/kota, bawang putih di 147 kabupaten/kota, serta bawang merah di 227 kabupaten/kota. Penurunan ini menjadi indikator positif bagi daya beli masyarakat.
Peran Pemerintah dalam Menjaga Keseimbangan Pasar
Pemerintah menekankan pentingnya stabilitas pangan yang berimbang bagi seluruh pelaku rantai pasok, mulai dari petani dan peternak hingga konsumen. Amran menyatakan, "Aku sudah cek, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman,". Kenaikan tipis pada komoditas tertentu dianggap sebagai bagian dari keseimbangan pasar.
Kenaikan harga yang minor pada beberapa komoditas juga perlu dilihat sebagai upaya agar produsen pangan tetap memperoleh manfaat ekonomi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Amran menambahkan, "Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak kita sedikit, supaya dia dapat baju lebaran. (Jadi) cabai rawit turun. Cabai merah, turun. Tadi bawang merah juga. Bawang putih juga turun,". Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan produsen.
Inflasi pangan secara bulanan pada Februari 2026 tercatat 2,50 persen (month to month) dengan andil 0,41 persen terhadap inflasi umum. Secara tahunan, inflasi berada di level 4,64 persen, masih dalam rentang sasaran pemerintah 3 sampai 5 persen. Inflasi pangan tahunan pada Ramadhan 2022 tercatat 5,48 persen, meningkat menjadi 5,83 persen pada Ramadan 2023. Angka tersebut bahkan sempat mencapai 10,33 persen pada Ramadhan 2024. Hal ini menunjukkan inflasi pangan tahun ini lebih stabil.
Kondisi Pasar Terkini Jelang Pertengahan Ramadhan
Pemantauan langsung oleh Kabapanas di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (6/3) menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan mulai melandai. Stabilnya pasokan menjelang pertengahan Ramadhan menjadi faktor utama penurunan ini. Situasi ini memberikan gambaran positif mengenai ketersediaan barang.
Di Pasar Johar, harga ayam karkas relatif stabil sekitar Rp40.000 per ekor dengan berat rata-rata 1,4 kilogram, sementara harga pembelian dari pemasok sekitar Rp39.000 per ekor. Pedagang sayuran melaporkan cabai keriting dijual sekitar Rp35.000 per kg, cabai rawit merah Rp100.000 per kg, bawang putih Rp36.000 per kg, dan bawang merah Rp35.000 per kg.
Harga daging sapi juga terpantau kompetitif di Pasar Johar, sekitar Rp140.000 per kg untuk daging sapi lokal. Sementara itu, harga sapi hidup dari feedlotter berada di kisaran Rp55.000 per kg. Pemerintah berkomitmen terus menjaga dinamika harga pangan pokok agar tetap berada dalam koridor kewajaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Sumber: AntaraNews